24 May 2026

Get In Touch

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares-Temon, DPRD Trenggalek Janji Kawal Aspirasi

Hearing Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak bersama DPRD Trenggalek membahas kerusakan jalan ruas Ngares-Temon akibat aktivitas kendaraan proyek dan tambang
Hearing Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak bersama DPRD Trenggalek membahas kerusakan jalan ruas Ngares-Temon akibat aktivitas kendaraan proyek dan tambang

TRENGGALEK (Lentera) - Kerusakan jalan di ruas Ngares-Temon yang kian parah akibat aktivitas kendaraan proyek dan tambang memicu keluhan warga dalam hearing bersama DPRD Trenggalek. Masyarakat mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Aspirasi tersebut disampaikan Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak yang dihadiri warga Desa Ngares dan Desa Sengon. Mereka meminta pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap kerusakan infrastruktur yang terus terjadi di wilayah tersebut.

 Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Arik Sri Wahyuni, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.

“Hearing hari ini menyampaikan persoalan infrastruktur di Desa Sengon dan Desa Ngares yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Arik usai rapat dengar pendapat.

Menurut politisi Golkar itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyampaikan rencana evaluasi perbaikan jalan yang dijadwalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.

“PUPR tadi sudah menyampaikan akan ada evaluasi di akhir 2026 atau awal 2027. Harapan kami tentu bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Arik menilai kerusakan jalan dipicu tingginya mobilitas kendaraan besar yang melintas di kawasan proyek dan tambang. Kondisi tersebut membuat jalan cepat rusak meski sudah beberapa kali dilakukan perbaikan sementara.

“Selama kendaraan proyek besar masih terus melintas, kondisi jalan akan sulit kembali normal,” jelasnya.

Ia juga menggambarkan kerusakan jalan yang terus berulang di sejumlah titik.

“Ketika bagian bawah diperbaiki, bagian atas justru rusak. Saat atas diperbaiki, bawahnya kembali pecah,” ucapnya.

Meski demikian, Arik menegaskan masyarakat tidak menolak pembangunan di wilayah Ngares dan Bendungan. Warga hanya meminta pemerintah tetap memperhatikan dampak pembangunan terhadap fasilitas umum, terutama jalan penghubung warga.

“Kami tidak anti pembangunan, tetapi pemerintah juga harus memperhatikan kondisi infrastruktur dan menindaklanjuti tuntutan masyarakat terkait ruas Ngares-Temon,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Arik memastikan akan terus mengawal proses perbaikan jalan hingga ada tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.

“Karena ini dapil saya, tentu akan terus saya kawal,” pungkasnya. (Adv)

Reporter: Herlambang

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.