KUALA LUMPUR (Lentera) - Ribuan warga Malaysia turun ke jalan dan memadati pusat ibu kota, Kuala Lumpur, pada Sabtu (25/4/2026).
Mereka menggelar aksi demonstrasi untuk mendesak pemerintah segera menginvestigasi dengan membentuk Komisi Penyelidikan Kerajaan terkait dugaan kontroversi yang menyeret nama Kepala Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya.
Melansir laporan Bloomberg, aksi yang terpusat di Lapangan Dataran Merdeka itu berlangsung lebih dari dua jam dan mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Kehadiran aparat terlihat mencolok dengan dikerahkannya kendaraan lapis baja serta personel bersenjata lengkap dengan perlengkapan antihuru-hara. Polisi juga membatasi akses ke sejumlah titik di sekitar lokasi aksi untuk mengendalikan pergerakan massa.
Situasi sempat memanas pada awal demonstrasi setelah terdengar suara petasan yang dinyalakan oleh sebagian peserta aksi.
Dalam orasinya, mantan Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, menyebut aksi ini sebagai bentuk keresahan publik terhadap integritas lembaga negara, khususnya dalam penanganan isu korupsi. Ia menilai transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan masyarakat.
"Ini bukan hanya soal satu individu, tetapi tentang kepercayaan rakyat terhadap institusi," ujar Rafizi di hadapan massa aksi.
Nama Azam Baki menjadi sorotan publik Malaysia sejak laporan investigasi yang diterbitkan Bloomberg News pada Februari lalu. Laporan tersebut mengungkap dugaan kepemilikan saham oleh Azam di sebuah perusahaan jasa keuangan dengan nilai yang disebut melampaui batas yang diperbolehkan bagi pejabat publik.
Tak hanya itu, laporan lainnya juga menyinggung dugaan adanya kerja sama antara sejumlah pengusaha dengan pejabat MACC untuk menekan eksekutif perusahaan tertentu hingga tersingkir dari posisi mereka.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Azam Baki dan pihak MACC telah secara tegas membantah seluruh tuduhan. Mereka menyebut laporan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Di tengah polemik yang terus bergulir, pemerintah Malaysia pada hari yang sama mengumumkan penunjukan Abdul Halim Aman sebagai Kepala MACC yang baru, menggantikan Azam ketika masa jabatannya berakhir bulan depan.
Editor: Santi





.jpg)
