TULUNGAGUNG (Lentera) -Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap belasan pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur.
Sebanyak 12 orang dibawa menuju Sidoarjo menggunakan bus, lalu ke Jakarta lewat jalur udara pada Sabtu (11/04/2026).
Berbagai sumber menyebutkan bahwa sebanyak 12 orang tersebut diberangkatkan dari Mapolres Tulungagung ke Sidoarjo menggunakan bus pada Pukul 06.30 WIB.
Pejabat dan staf lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang dibawa ke Sidoarjo menggunakan bus yakni Kepala Satpol PP, Kepala BPKAD, Kabag Umum, Kabag Prokopim, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pertanian, Kabag Pemerintahan, Kepala Bakesbangpol, Kabag Kesra, Anggota DPRD (Adik kandung bupati) Tulungagung, Ajudan Bupati Tulungagung, dan staf pemerintahan.
Sedangkan sejumlah pejabat yang sempat menjalani pemeriksaan KPK, dan tidak ikut dalam rombongan Bus ke Jakarta, yaitu Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Kepala Dinas Sosial Tulungagung, serta direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Namun, untuk pejabat yang sebelumnya ikut diperiksa dan tidak ikut dalam rombongan bus, belum diketahui keberadaan pastinya.
Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam operasi tersebut, dilansir Kompas, sebanyak 16 orang diamankan, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Kemudian, Bupati Tulungagung langsung dibawa ke Jakarta oleh KPK, sedangkan 15 orang menjalani pemeriksaan awal di Mapolres Tulungagung.
Sementara itu, dari keterangan penyedia jasa sewa mobil yang dipakai tim KPK dalam operasi, menyebutkan bahwa penyewaan dilakukan sejak Senin, 6 April 2026.
"Yang disewa sebanyak 10 unit, sejak Senin (6 April 2026), ada juga yang Selasa (7 April 2026)," kata penyedia jasa sewa mobil, Ages, ketika mengambil unit mobil di Mapolres Tulungagung Jawa Timur, Sabtu (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
