WASHINGTON (Lentera) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan menahan sementara ancaman serangan terhadap Iran dengan memperpanjang tenggat waktu selama 10 hari hingga 6 April 2026.
Dalam pernyataannya melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis (26/3/2026) waktu setempat, Trump menyebut penundaan ini merupakan respons atas permintaan pemerintah Iran.
"Sebagaimana permintaan Pemerintah Iran, pernyataan ini menjadi pemberitahuan bahwa saya menunda periode penghancuran fasilitas energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu Timur," ujar Trump, dikutip dari The Guardian, Jumat (27/3/2026).
Sebelumnya, melalui pernyataan di media sosialnya pada Senin (23/3/2026), Trump lebih dulu mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 5 hari.
Namun, menjelang berakhirnya tenggat tersebut, keputusan itu kembali ditahan dan diperpanjang menjadi 10 hari sebagai bagian dari kelanjutan proses negosiasi yang diklaim masih berlangsung dan berjalan baik hingga saat ini.
"Pembicaraan masih berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru dari media berita palsu dan pihak lainnya, berjalan sangat baik," katanya.
Sebelumnya, Trump mendesak para pemimpin Iran untuk segera bernegosiasi guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir satu bulan. Ia juga memperingatkan kemungkinan meningkatnya aksi militer, termasuk ancaman terhadap pejabat tinggi Iran, jika kesepakatan tidak segera tercapai.
Di sisi lain, Israel mengklaim telah melancarkan serangan terhadap target militer Iran. Dalam pernyataannya, Israel menyebut telah menewaskan komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, beserta sejumlah perwira senior lainnya dalam serangan di pelabuhan Bandar Abbas.
Serangan udara juga dilaporkan terjadi di wilayah Isfahan, yang merupakan lokasi pangkalan udara utama Iran serta fasilitas militer strategis, termasuk salah satu situs nuklir yang sebelumnya menjadi target pemboman Amerika Serikat dalam konflik pada Juni lalu.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Trump yang menyebut Teheran "memohon untuk membuat kesepakatan". Iran justru melanjutkan serangan balasan di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Ledakan keras dilaporkan terdengar di Tel Aviv, kota Modi'in, dan Jerusalem sepanjang Kamis, saat sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat rudal yang masuk. Serangan Iran juga dilaporkan terjadi di kawasan Teluk, meski sebagian berhasil diintersepsi.
Dalam pernyataan lainnya di Gedung Putih, Trump kembali mengkritik sekutu NATO serta menyebut Iran sebagai "negosiator hebat" namun "petarung yang buru". Ia juga mengulang klaim, konflik yang dimulai bulan lalu telah dimenangkan oleh pihaknya.
"Mereka kini memiliki kesempatan untuk secara permanen meninggalkan ambisi nuklir mereka dan bergabung dengan jalur baru ke depan. Kita lihat apakah mereka ingin melakukannya. Jika tidak, kami adalah mimpi buruk mereka," kata Trump dalam rapat kabinet.
Trump juga menyebut Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk itikad baik dalam negosiasi, termasuk beberapa kapal berbendera Pakistan.
Situasi di kawasan Timur Tengah hingga kini masih memanas, seiring berlanjutnya aksi militer dan negosiasi yang belum mencapai titik akhir.
Editor:Santi





.jpg)
