06 February 2026

Get In Touch

BPBD Bantul: Empat Bangunan Rusak dan Tujuh Orang Luka Akibat Gempa Pacitan

Kantor BPBD Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto:ist/Ant)
Kantor BPBD Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto:ist/Ant)

BANTUL (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah melakukan pendataan sementara dengan mencatat sedikitnya empat bangunan mengalami kerusakan dan tujuh orang terluka akibat gempa Magnitudo 6,4 pada, Jumat (6/2/2026) dini hari.

"Laporan dampak yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul update pukul 03.45 WIB ada empat titik kerusakan," kata Komandan Pusdalops PB BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul melansir Antara, Jumat (6/2/2026).

Diungkapkannya, dampak kerusakan di Bantul akibat gempa Magnitudo 6.4 pada 6 Februari 2026 pukul 01:06:11 WIB yang berlokasi 89 km selatan Pacitan, Jawa Timur (Jatim), dengan kedalaman 10 km tersebut adalah tiga rumah dan satu tempat ibadah rusak.

"Dampak kerusakan tersebar di empat lokasi Kecamatan Kapanewon, yaitu Imogiri satu titik, Jetis satu titik, Pundong satu titik, dan Kapanewon Kasihan satu titik," ungkapnya. 

Sementara korban yang terluka akibat kejadian gempa tersebut, lanjutnya, berjumlah tujuh orang dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan dan perawatan.

"Korban luka tujuh orang dengan dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul tiga orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati tiga orang, dan lainnya satu orang," paparnya.

Lebih lanjut,  berbagai upaya telah dilakukan personel BPBD Bantul dalam merespons kejadian gempa itu, yaitu asesmen, pengamatan pasang surut air laut, penanganan medis, dan monitoring gempa susulan.

Ditambahkannya, sejumlah elemen dan sumber daya yang terlibat adalah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul, PSC 119 Bantul, SRI (Sahabat Relawan Indonesia) Wilayah 3, rumah sakit, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kelurahan dan warga.

"Dan saat ini proses pendataan masih dilakukan, sehingga data dampak masih bersifat sementara, dapat berubah sesuai update terbaru," pungkasnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.