TRENGGALEK (Lentera) – Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang berpusat di laut tenggara Pacitan pada Jumat (6/2/2026) menyebabkan sejumlah bangunan di Kabupaten Trenggalek rusak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak tersebar di empat kecamatan, dengan kerusakan meliputi rumah warga hingga fasilitas kantor desa.
BPBD Trenggalek menyebut gempa tektonik tersebut dirasakan dengan intensitas skala III MMI di wilayah Trenggalek. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 15.00 WIB, dampak gempa terjadi di Kecamatan Bendungan, Suruh, Munjungan, dan Tugu.
Di Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, tiga rumah warga mengalami kerusakan mulai dari tembok retak hingga atap ambrol. Sementara di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, dua rumah warga di Dusun Jatirejo mengalami kerusakan pada bagian tembok belakang yang ambrol akibat guncangan.
Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Dapur rumah warga dilaporkan roboh setelah gempa terjadi pada dini hari.
Selain itu, di Desa Winong, Kecamatan Tugu, satu rumah warga mengalami kerusakan dan tembok balai desa roboh akibat guncangan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, mengatakan mayoritas bangunan yang terdampak merupakan rumah lama sehingga lebih rentan terhadap gempa. “Gempa semalam rata-rata yang terdampak pada rumah lama,” jelasnya.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat sebanyak tujuh rumah mengalami kerusakan ringan dan satu kantor desa terdampak ringan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya. “Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terpengaruh berita hoaks karena gempa bumi tidak dapat diprediksi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Herlambang





.jpg)
