MALANG (Lentera) -Presiden RI Prabowo Subianto, dijadwalkan menghadiri puncak Mujahadah Kubro sekaligus resepsi Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026) pagi.
Kepastian rencana kehadiran kepala negara tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi wilayah yang digelar di Mini Block Office (MBO) Balaikota Malang, Kamis (5/2/2026).
"Minggu (8/2/2026) pagi, Presiden dijadwalkan menghadiri puncak resepsi Harlah 1 Abad NU dan dijadwalkan menyampaikan sambutan," ujar Kasatintelkam Polresta Malang Kota, Kompol Agus Sutanto, dalam laporan resminya, Kamis (5/2/2026).
Ditegaskannya, dalam rakor tersebut juga menekankan kesiapan personel di berbagai titik untuk memastikan agenda berjalan aman dan kondusif.
Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU Jawa Timur, Maskuri Bakri, memaparkan Stadion Gajayana akan menjadi pusat kegiatan Mujahaddah Kubro sejak Sabtu (7/2/2026) malam hingga Minggu pagi.
"Stadion diperkirakan menampung sekitar 35 ribu orang, sementara total jamaah yang hadir diproyeksikan mencapai 100 ribu orang dari berbagai PCNU se-Jawa Timur, bahkan kemungkinan dihadiri PWNU dan unsur PBNU," katanya.
Maskuri menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai Sabtu malam dengan sholawat bersama, dilanjutkan Khotmil Qur’an 999 kali, sholat malam, mujahadah, hingga sholat subuh berjamaah.
"Puncak resepsi Harlah 1 Abad NU dijadwalkan berlangsung pukul 06.30–08.00 WIB, yang di dalamnya terdapat sambutan Presiden Republik Indonesia," ungkap Maskuri.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, menyampaikan Pemkot bersama Forkopimda telah melakukan sejumlah penyesuaian teknis, khususnya menyikapi kehadiran Presiden.
"Dengan adanya kedatangan Bapak Presiden, panitia lokal melakukan penyesuaian agar kegiatan berjalan lancar dan aman. Kami juga sudah mengantisipasi pergerakan jamaah dari berbagai daerah," ujar Wahyu dalam rapat tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang atas potensi kepadatan lalu lintas pada 7–8 Februari 2026. Pemerintah Kota, kata dia, telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas bersama Dishub serta membuka sejumlah kantor pemerintahan sebagai titik informasi bagi jamaah yang datang.
Sementara itu, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan panitia agar Malang dapat menjadi tuan rumah yang baik di hadapan perhatian nasional.
"Kehadiran Bapak Presiden menjadi kehormatan yang harus dijaga bersama. Kita dituntut memastikan kegiatan ini sukses dan berjalan lancar," ujarnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
