MADIUN (Lentera) -Sedikitnya 1.500 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Madiun menjelang Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Februari 2026.
Parluh adalah forum musyawarah-mufakat tertinggi dalam merumuskan arah kebijakan organisasi pada tingkat nasional
Pada Kamis pagi, 5 Februari 2026, sekitar 300 lebih warga PSHT kubu Ketua Umum M. Taufiq mencoba masuk ke wilayah Kota Madiun melalui Jembatan Ngebrak, perbatasan Kota Madiun dan Kabupaten Magetan.
Upaya tersebut langsung dihadang petugas kepolisian yang telah berjaga di lokasi. Massa kemudian diarahkan kembali menuju Desa Madigondo, Kabupaten Magetan.
Upaya masuk kembali terjadi melalui jalur Jembatan Timur Pasar Sambirejo, Kecamatan Jiwan. Sebagian massa sempat berhasil masuk hingga ke Jalan Arwana, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, sebelum akhirnya dilakukan penyekatan oleh aparat keamanan.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, pengamanan Parluh PSHT 2026 dilakukan dengan melibatkan personel gabungan dalam jumlah besar dan disebar di berbagai titik strategis.
“Kami melaksanakan pengamanan Parapatan Luhur PSHT tahun 2026 dengan melibatkan sekitar 1.500 personel gabungan TNI dan Polri yang disebar di sejumlah titik di Kota Madiun,” ujar AKBP Wiwin.
Ia menambahkan, pengamanan juga diperkuat dengan dukungan dari polres di wilayah sekitar, Satbrimob Polda Jawa Timur, unsur TNI, serta Satgas Sentot Prawirodirijo.
“Pengamanan juga diperkuat dengan dukungan dari polres wilayah sekitar, Satbrimob Polda Jawa Timur, unsur TNI, serta Satgas Sentot Prawirodirijo,” lanjutnya.
Menurut AKBP Wiwin, penerapan pengamanan dilakukan dengan konsep tiga ring serta penyekatan di sejumlah akses masuk menuju lokasi-lokasi tertentu, termasuk di sekitar Padepokan PSHT Pusat Madiun.
“Terkait adanya kelompok massa yang mencoba masuk ke Kota Madiun, petugas melakukan penyekatan dan pendekatan persuasif sehingga massa dapat diarahkan kembali ke wilayah asal,” jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas selama rangkaian kegiatan Parluh PSHT berlangsung.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tegas AKBP Wiwin.
Hingga Kamis Sore, situasi di Kota Madiun terpantau aman dan terkendali. Aparat keamanan masih disiagakan penuh guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan Parluh PSHT 2026 dapat berjalan tertib dan lancar.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH





.jpg)
