01 September 2025

Get In Touch

Di Bali dan Solo, Polisi Tangkap Ratusan Demonstran

Polresta Surakarta mengamankan 65 remaja yang melakukan demo anarkis dengan merusak fasilitas umum dan membakar gedung Sekwan DPRD Solo, Jumat (29/8/2025). Foto: Polresta Surakarta
Polresta Surakarta mengamankan 65 remaja yang melakukan demo anarkis dengan merusak fasilitas umum dan membakar gedung Sekwan DPRD Solo, Jumat (29/8/2025). Foto: Polresta Surakarta

DENPASAR (Lentera) - Sebanyak 138 demonstran ditangkap pihak Kepolisian Daerah Bali dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Bali, Renon, Denpasar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Minggu mengatakan ratusan orang tersebut karena dianggap membahayakan saat aksi demo.

"Dari demo depan gedung DPRD Bali di Renon Denpasar, Polda Bali mengamankan 138 orang yang dianggap membahayakan saat aksi demo berlangsung," katanya dijutip Minggu (31/8/2025).

Ratusan orang tersebut masih ditahan di Mapolda Bali untuk diperiksa. Hingga kini, belum ada yang dilepaskan oleh Polda Bali.

Penangkapan dilakukan sejak aksi berlangsung ricuh di depan DPRD Bali, dari Sabtu (30/8/2025) malam hingga dini hari tadi.

Saat dikonfirmasi terkait peran ratusan orang yang ditangkap tersebut, Kabid Humas menyatakan masih didalami oleh penyidik.

Pihaknya akan melepaskan demonstran yang tidak memiliki peran signifikan saat aksi berlangsung ricuh.

"Sementara masih didalami perannya masing-masing. Yang tidak punya peran signifikan akan dipulangkan, tetapi sebelumnya dicatat dulu identitasnya," katanya.

Ia menegaskan Bali hari ini telah kondusif.Dia sendiri menyayangkan aksi demo yang anarkis, menjarah sebuah mobil polisi hingga melempari petugas dengan bom molotov.

"Polda Bali harus bertindak tegas terukur dan tetap sesuai SOP, membubarkan paksa aksi karena sudah sangat membahayakan atau mengancam petugas termasuk warga sekitar dan merusak fasilitas umum dengan cara melempari dengan batu, bom molotov, kembang api, maupun alat membahayakan lainnya, bahkan merusak mobil dinas randis PHH Polri dan menjarah isinya," kata Sandy.

65 Remaja di DPRD Solo

Sementara, Polresta Surakarta mengamankan 65 remaja yang melakukan demo anarkis dengan merusak fasilitas umum dan membakar gedung Sekwan DPRD Solo, Jumat (29/8/2025). Mereka diamankan pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Kabag Ops Polresta Surakarta, Kompol Engkos Sarkosi, mengatakan dari hasil identifikasi sementara, sebagian besar yang diamankan bukan warga Solo.

“Kami amankan 65 orang saat aksi demo melawan petugas hingga membakar dan merusak fasilitas umum Pemkot Solo,” ujar Engkos, Minggu (31/8/2025).

“Dari 65 orang ini sebagian besar bukan warga Solo. Saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Satreskrim Polresta Surakarta,” lanjutnya.

Engkos mengatakan polisi akan menangani mereka sesuai prosedur yang berlaku. Mereka yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Yang tidak terbukti terlibat akan dipulangkan setelah pemeriksaan selesai,” katanya.

Dia menegaskan Polresta Surakarta juga masih melakukan pengembangan kasus untuk mengidentifikasi dalang atau aktor yang diduga menggerakkan massa hingga menyebabkan aksi anarkisme meluas.

“Kami imbau kepada seluruh warga Kota Solo untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Kondisi Solo saat ini aman,” pungkasnya.

Editor:Widyawati/berbagai sumber

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.