04 November 2026

Get In Touch

Ketua DPRD Jatim Pastikan Trans Jatim Koridor Jombang-Nganjuk Masuk APBD 2027

Ketua DPRD Jawa Timur, M. Musyafak
Ketua DPRD Jawa Timur, M. Musyafak

SURABAYA (Lentera) – Ketua DPRD Jawa Timur, M. Musyafak memastikan pengembangan Trans Jatim koridor Jombang–Nganjuk, masuk dalam perencanaan APBD 2027.

Perluasan layanan transportasi publik tersebut, merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran tahun mendatang.

Musyafak mengatakan, DPRD Jatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menetapkan APBD 2027 pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Jadwal tersebut telah disepakati dalam rapat pimpinan bersama fraksi dan komisi DPRD Jatim.

“Hasil rapat pimpinan dengan fraksi-fraksi dan juga komisi-komisi berkomitmen menetapkan APBD 2027 itu di 10 November. Insyaallah kalau tidak ada halangan yang berarti, akan bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” ungkap Musyafak, Rabu (04/11/2026).

Politisi PKB tersebut menjelaskan, sejumlah kebutuhan masyarakat menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran tersebut. Selain pengembangan layanan Trans Jatim, terdapat pula kebutuhan anggaran persiapan atlet untuk mengikuti pertandingan, termasuk pemusatan latihan atau training camp (TC).

“Misalkan, teman-teman minta supaya anggaran kzoni yang di situ belum tercantum pada saat ada apa kegiatan lomba apa ya, pertandingan bulu tangkis. Kalau dulu kan hanya dianggarkan pada saatnya saja. Tapi kan sebelum itu kan ada, ada persiapan, ada TC dan sebagainya, itu tidak teranggarkan sehingga akhirnya nyaris tidak bisa mengikuti kegiatan,” ujarnya.

Terkait pengembangan Trans Jatim, Musyafak menyebut, koridor Mojokerto–Jombang juga disiapkan. Sementara koridor Jombang–Nganjuk dipastikan akan direalisasikan melalui APBD 2027.

“Nah, itu semua bagian daripada anggaran yang semestinya harus sudah mulai dicanangkan di tahun 2027. Karena itu, memang kebutuhan masyarakat riil yang betul-betul memang itu dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

“Insyaallah 2027. Ya. Jadi itu permintaan dari kabupaten/kota yang sudah mendesak dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” lanjutnya.

DPRD Jatim juga mendorong, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan untuk terus melanjutkan ekspansi Trans Jatim ke kawasan strategis lainnya, khususnya rute Mojokerto–Jombang.

“Pengembangan jalur Trans Jatim ke wilayah Mojokerto dan Jombang sangat krusial dan mendesak. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi, pariwisata, dan keagamaan yang sangat besar namun membutuhkan dukungan aksesibilitas publik yang padu,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.