20 October 2026

Get In Touch

Atasi Keluhan Pasien, Pemkot Surabaya Siapkan Perbaikan Puskesmas pada 2027

Salah satu layanan pemeriksaan gigi yang ada di puskesmas.
Salah satu layanan pemeriksaan gigi yang ada di puskesmas.

SURABAYA (Lentera) – Antrean panjang dan kenyamanan pasien menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pembenahan layanan kesehatan di seluruh puskesmas pada 2027. 

Perbaikan tidak hanya menyasar sistem pendaftaran, tetapi juga penataan fasilitas fisik agar masyarakat mendapat pelayanan yang lebih tertib dan nyaman.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembenahan tersebut dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait proses antrean dan kondisi ruang tunggu pasien. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyelaraskan sistem pendaftaran puskesmas dengan rumah sakit melalui aplikasi e-Health.

“Puskesmas itu harus sama dengan rumah sakit, bahwa pendaftarannya melalui aplikasi e-Health. Jadi tidak langsung datang begitu saja,” kata Eri, Selasa (20/10/2026).

Menurut Eri, penggunaan e-Health diharapkan membuat alur pelayanan lebih teratur sekaligus mencegah terjadinya perebutan antrean. Pasien yang telah mendaftar secara daring akan dilayani sesuai jadwal yang ditentukan.

Sementara itu, pasien yang datang langsung tanpa melakukan pendaftaran melalui e-Health akan diarahkan ke ruang tunggu khusus. Mereka baru akan dilayani setelah antrean pasien yang terdaftar melalui aplikasi terselesaikan.

Selain sistem pendaftaran, Pemkot Surabaya juga merencanakan pembenahan fasilitas fisik seluruh puskesmas. Penataan ruang tunggu menjadi salah satu prioritas, termasuk penyediaan pendingin ruangan dan pemisahan area tunggu berdasarkan kategori usia pasien.

“Tempat tunggunya nanti ada AC-nya, jadi orang yang sakit makin sembuh, tidak makin sakit. Lalu, ada tempat yang terpisah-pisah. Kalau anak-anak ya tempat nunggunya tersendiri, tidak dicampur dengan orang tua atau dewasa yang sedang sakit,” ucap Eri.

Eri menuturkan, pembenahan tidak hanya dilakukan di beberapa puskesmas, tetapi mencakup seluruh puskesmas di Surabaya. Untuk mempersiapkan program tersebut, Pemkot telah berkoordinasi dengan seluruh kepala puskesmas guna membahas kebutuhan teknis dan penataan anggaran 2027.

“Hari ini kami melakukan koordinasi bersama seluruh kepala puskesmas untuk mengarahkan persiapan teknis dan penataan anggaran tahun 2027, yang difokuskan pada sektor kesehatan dan pendidikan,” imbuhnya.

Terkait kebutuhan anggaran, Eri menyebut besaran biaya perbaikan akan disesuaikan dengan luas bangunan serta kondisi masing-masing puskesmas. Tim teknis dari dinas terkait masih melakukan penghitungan untuk menentukan kebutuhan biaya secara terperinci.

“Penghitungannya beda-beda per puskesmas, dilihat dari kondisinya. Dalam waktu singkat insyaallah selesai, karena dari ilmu sipil kan bisa kelihatan kebutuhan biaya per meter perseginya berapa,” sebutnya.

Pembenahan ini juga diharapkan mengurangi persoalan antrean yang selama ini dikeluhkan pasien, termasuk ketika pasien yang terlambat beberapa menit dari jadwal pendaftaran melalui e-Health harus mengambil nomor antrean baru dari awal.

"Melalui perbaikan sistem dan fasilitas tersebut, kami menargetkan pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi lebih tertib, nyaman, dan mudah diakses masyarakat," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.