19 September 2026

Get In Touch

Sebanyak 42 Dusun dari 12 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Lamongan

Gubernur Jawa Timur Khodifah Indar Parawansa dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam peyaluran air bersih dan sembako di Dusun Bulu Desa Mantup pada Jumat (18/9/2026).
Gubernur Jawa Timur Khodifah Indar Parawansa dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam peyaluran air bersih dan sembako di Dusun Bulu Desa Mantup pada Jumat (18/9/2026).

LAMONGAN (Lentera) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan di Lamongan terdapat 12 kecamatan dan sekitar 42 dusun yang terdampak kekeringan. Sebagai solusi pemerintah daerah dan provinsi mencari sumber air dan mendistribusikan air pada masyarakat terdampak kekeringan.

"Ada di 12 kecamatan sekitar 42 dusun, dan hari ini kita juga banyak menyalurkan air, hampir tiap hari baik dari pemerintah Kabupaten juga dari pemerintah provinsi. Ini Bu Gubernur terjun langsung untuk memberikan bantuan air dan juga bantuan sembako, dan juga menawarkan beberapa solusi termasuk juga mencari sumber-sumber baru, jadi musim kemarau begini masih bisa ada air," ucap Pak Yes mendampingi Gubernur Jawa Timur Khodifah Indar Parawansa menyalurkan secara langsung bantuan 3 rit (1.5000 liter) air bersih dan sembako kepada 105 KK (590 jiwa) di Dusun Bulu Desa Mantup pada Jumat (18/9/2026).

Mendapatkan bantuan air bersih, Titik (30) mengaku senang dan berterima kasih. Pasalnya saat ini kebutuhan akan air bersih menjadi hal yang sangat penting, terlebih harga air bersih juga dikatakannya menjadi lebih mahal.

"Memang kekurangan air, terima kasih Bu Gubernur sudah diberikan bantuan air dan sembako. Kami sangat senang, ini untuk berbagai keperluan rumah tangga, masak, mandi. Kami terbantu sekali, dulu beli air 5.000 liter harganya Rp. 120.000 hingga Rp. 130.000 sekarang Rp. 140.000. Kalau yang 8.000 liter dari harga Rp. 150.000 sekarang menjadi Rp.180.000," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan beberapa solusi strategis untuk penanganan bencana kekeringan. Tidak hanya melalui dropping air bersih juga modifikasi cuaca, beliau mengajak untuk mencari sumber-sumber air untuk dilakukan pengeboran dan kemudian disalurkan menuju daerah-daerah potensial kekeringan.

"Sebetulnya kita melakukan dari tanggal 3 September lalu operasi modifikasi cuaca. Tetapi ada yang bisa kita lakukan secara lebih strategis ketika menemukan sumber-sumber air terdekat yang memungkinkan untuk bisa diakses dan ditarik ke titik-titik yang mengalami kekeringan atau potensial mengalami kekeringan. Prinsipnya kita harus terus ikhtiar mencari solusi strategis," ujar Bu Khofifah.

Tidak hanya memberikan opsi untuk mengidentifikasi sumber-sumber terdekat dan melakukan pengeboran sumur di daerah potensial, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan 70 unit jerigen 15 liter, 150 unit tandon 1.200 liter, dan Rp. 61 juta bantuan air bersih. (*)

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.