19 September 2026

Get In Touch

Presiden Prabowo Tandatangani Dua Prasasti Saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Gontor 

 Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026). (Foto:BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026). (Foto:BPMI Setpres)

PONOROGO (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto menandatangani dua prasasti sebagai bagian dari legasi satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yakni Prasasti Peresmian Renovasi Aula BPPM dan Prasasti Peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Penandatanganan dilakukan saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (19/9/2026).

BPPM merupakan salah satu bangunan bersejarah di lingkungan Gontor. Gedung yang pada awalnya bernama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM) tersebut pertama kali dibangun sekitar 1933–1934 dan telah melalui beberapa tahap renovasi. Rekonstruksi terbaru dimulai pada Juli 2024 sebagai bagian dari persiapan menuju satu abad Gontor.

Sementara itu, Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor menjadi salah satu legasi pendidikan yang menandai perjalanan PMDG memasuki abad keduanya. Kehadiran kedua fasilitas tersebut sekaligus menggambarkan pengembangan Gontor yang terus bergerak dari pendidikan pesantren menuju penguatan pendidikan tinggi dan pengabdian yang semakin luas.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat hadir bersama keluarga besar Gontor pada momentum bersejarah satu abad perjalanan pondok tersebut.

“Kita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Presiden.

Sekitar lebih dari 8 ribu tamu undangan menghadiri resepsi kesyukuran tersebut, terdiri atas unsur pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, pimpinan TNI dan Polri, kepala daerah, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pengasuh pesantren, akademisi, alumni, serta keluarga besar PMDG.

Sebelumnya, Presiden Prabowo disambut ribuan santri yang membawa bendera Merah Putih di tangan. Presiden Prabowo kemudian disambut Ketua Badan Wakaf PMDG Dr. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., serta Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Muhammad Akrim Mariyat.

Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne “Oh Pondokku”. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 70 hingga 73 serta doa bersama yang dipimpin Ketua Badan Wakaf PMDG.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan perjalanan dan makna satu abad pengabdian PMDG bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Menurutnya, para pendiri Gontor telah ikhlas mewakafkan ide, nilai, sistem, lembaga, dan cinta kepada bangsa Indonesia

“Sehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini. Dan semuanya mencintai kita semua,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Usai menyampaikan sambutan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo. Mushaf Gontor menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG yang proses penulisannya telah dimulai sejak 2023 dan dikerjakan oleh lingkungan santri serta guru Gontor.

Para tamu kemudian menyaksikan tayangan video bertajuk “Perjalanan 100 Tahun Gontor Mengabdi untuk Bangsa dan Dunia” yang menggambarkan perjalanan pondok selama satu abad. Rangkaian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Grand Sheikh Prof. Dr. Muhammed Abdelrahman Mohamed Eldweny.

Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG merupakan bagian dari puncak rangkaian peringatan satu abad Gontor yang berlangsung pada 18-20 September 2026. Momentum ini bukan sekadar perayaan perjalanan masa lalu, melainkan titik tolak untuk melanjutkan pengabdian Gontor bagi agama, masyarakat, bangsa, dan dunia pada abad berikutnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.