08 September 2026

Get In Touch

Pelari Trail Indonesia Tidak Bisa Pulang akibat Erupsi Anak Krakatau, Maskapai Beri Kompensasi

Pesawat Emirates (unsplash)
Pesawat Emirates (unsplash)

SURABAYA (Lentera) -Evelen Besthari, elite trail running Indonesia, menjadi salah seorang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi ini dialaminya ketika dalam perjalanan pulang ke Indonesia seusai mengikuti salah satu lomba trail running paling populer di dunia, Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) di Chamonix, Perancis.

Evelen bersama beberapa pelari trail asal Indonesia lainnya tertahan di bandara Dubai yang tengah melakukan transit setelah lepas landas dari Amsterdam, Belanda.

“Aku kan dari Amsterdam, jadi aku tuh hari Minggu (7/9/2026) kemarin harusnya udah nyampe (Jakarta). Dari Amsterdam transit harusnya cuma 3 jam (di Dubai) tiba-tiba dimajuin 12 jam, dimajuin lagi beberapa kali, sampai sekarang 30 jam,” kata Evelen saat diwawancarai.

Penutupan bandara di Jakarta akibat hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan sejumlah penerbangan internasional yang menuju ke sana harus dibatalkan. 

“Aku 30 jam di sini karena nggak ada penerbangan kan (ke Jakarta), jadi kaya gitu,” ujarnya.

Mendapatkan akomodasi sementara dari maskapai

Akibat pembatalan penerbangan, pihak maskapai Emirates memberikan kompensasi ke para penumpangnya yang tertahan di Dubai.

“Untungnya sih dikasih hotel ya sama Emirates. Jadi kita ada dikasih hotel sama Emirates, terus makan pagi, siang, malam semua di-cover,” jelas Evelen.

“Bahkan kita pas di bandara, visa kita juga dibantu. Sebenarnya kita bisa keluar, jalan-jalan kalau mau,” sambungnya.

Meski demikian, Evelen mengaku dalam kondisi seperti ini ia dan rekan-rekannya tidak ada niatan untuk jalan-jalan.

“Cuma bingung mau ngapain, mau keluar juga gimana. Satu orang terpaksa udah ganti rute (penerbangan) ke Singapura karena dia harus kerja ke Balikpapan," kata dia yang dikutip dari Kompas, Selasa (8/9/2026).

Menunggu opsi penerbangan pengganti

Selain akomodasi, pihak Emirates juga akan mengganti dan menjadwalkan ulang penerbangan ke Jakarta apabila kondisi sudah kembali normal.

“Maskapainya sama, tetap. Cuma, ini tadi aku udah cek via live chat di aplikasinya, paling cepat Rabu (9/9/2026) jam 4 subuh di sini,” ujar Evelen.

Dia mengatakan, ada juga opsi untuk mengalihkan penerbangan ke Bali apabila belum ada kejelasan kondisi bandara di Jakarta.

“Tapi nggak tahu nih, aku ada kabar lagi, katanya akan dialihkan ke Bali seandainya (bandara) Jakarta belum dibuka. Mau nggak mau kita dialihkan ke Denpasar katanya, kemungkinan.”

“Cuma nggak tahu juga, (masih) belum ada kejelasan,” pungkas dia.

Selain pengalihan penerbangan ke Bali, Emirates juga memberikan opsi untuk mengubah rute penerbangan pengganti ke destinasi lain.

Namun, untuk biaya perjalanan dari Bali atau bandara pilihan lainnya ke Jakarta, akan ditanggung sendiri oleh para penumpang (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.