28 August 2026

Get In Touch

Temukan Jalan Bergelombang, Eri Cahyadi Minta Proyek Saluran Dikerjakan Bertahap hingga Tuntas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak perbaikan gorong-gorong (Pemkot)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak perbaikan gorong-gorong (Pemkot)

SURABAYA (Lentera) -Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh kontraktor proyek pelebaran saluran air dan gorong-gorong menuntaskan setiap tahapan pekerjaan sebelum berpindah ke lokasi berikutnya. 

Pernyataan itu  disampaikan setelah ditemukan pengaspalan jalan pascapengerjaan saluran yang terlambat hingga dua minggu dan membahayakan pengguna jalan.

Temuan itu didapati Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Kedungmangu Timur dan Tenggumung Wetan. Di dua lokasi tersebut, ia menemukan kondisi jalan bergelombang dan tidak merata akibat pengaspalan yang belum segera dilakukan setelah pekerjaan saluran selesai.

“Waktu saya melakukan pengecekan ke sana, proyek fisik saluran telah selesai, namun pengaspalan tertunda hingga dua minggu. Ketinggian aspal yang tidak merata mencapai dua sentimeter, sehingga memicu kecelakaan pengendara motor,” kata Eri dikutip Jumat (28/8/2026).

Atas kondisi tersebut, Eri memberikan tenggat waktu 1x24 jam kepada kontraktor pelaksana untuk menyelesaikan pengaspalan. Kontraktor kemudian langsung melakukan pengaspalan pada malam hari setelah sidak dilakukan.

“Setelah saya ke sana, pihak kontraktor langsung menyelesaikan pengaspalan pada malam harinya. Sehingga masyarakat bisa nyaman kembali menggunakan jalannya,” ujarnya.

Eri menegaskan, seluruh pelaksana proyek di Kota Surabaya wajib mengikuti standar operasional dan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Tahapan tersebut dimulai dari penggalian, penutupan kembali, pengaspalan hingga kondisi jalan benar-benar mulus sebelum pekerjaan dilanjutkan ke titik berikutnya.

“Ke depan jangan pernah ada lagi proyek pekerjaan yang tidak melakukan tahapan. Kontraktor di Surabaya harus melindungi warga Kota Surabaya dari kecelakaan. Kalau tidak ingin ikut tahapan itu, ya keluar saja, jangan kerjakan proyek di Surabaya,” tegasnya.

Selain menegur kontraktor, Eri juga meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proyek yang sedang berjalan. Pengawasan tersebut diperlukan agar pekerjaan infrastruktur tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.

“Kepada dinas terkait saya juga berpesan untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek yang sedang berlangsung di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.