PALANGKA RAYA (Lentera) - Informasi yang beredar menyebutkan bahwa SDN 1 Petuk Katimpun telah beberapa kali didata sebagai calon penerima MBG, namun hingga saat ini program tersebut belum terealisasi bagi para siswa.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro mengatakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Petuk Katimpun, masih menunggu penyelesaian sejumlah persiapan, karena wilayah tersebut masuk kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
"Petuk Katimpun termasuk dalam daerah 3T, yang memang masih dalam tahap persiapan, pemerintah sedang menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis agar program MBG juga bisa berjalan di daerah tersebut," papar Jati. Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ini berkaitan dengan tantangan pelaksanaan program di wilayah 3T, yang membutuhkan kesiapan lebih dari sisi administrasi, sarana pendukung maupun mekanisme distribusi.
Saat ini pemerintah masih melakukan penyelesaian berbagai kebutuhan agar pelaksanaan MBG di kawasan terpencil dapat berjalan secara efektif dan tidak terkendala ketika program nanti mulai dilaksanakan.
"Selain Petuk Katimpun, ada beberapa wilayah 3T lainnya yang juga masih dalam proses persiapan, jadi bukan tidak mendapat program, melainkan masih menunggu tahapan yang tengah diselesaikan oleh pemerintah," ucapnya.
Jati menekankan, belum terealisasinya MBG di Petuk Katimpun, tidak berarti daerah tersebut diabaikan atau tidak termasuk sasaran program pemerintah pusat.
Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah lain di Kota Palangka Raya juga menghadapi kondisi serupa, seperti di Kecamatan Rakumpit dan daerah terpencil lainnya, yang memiliki tantangan geografis serta keterbatasan infrastruktur.
"Kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyiapkan distribusi dan pelaksanaan MBG, sehingga makanan bergizi dapat diterima siswa secara tepat dan berkelanjutan," jelasnya.
DPRD siap mendukung, agar seluruh tahapan persiapan dapat segera diselesaikan agar siswa di wilayah terpencil tidak terlalu lama menunggu, untuk bisa mendapatkan manfaat dari program MBG.
"Kami berharap program ini dapat segera berjalan sehingga anak-anak di daerah 3T bisa mendapatkan hak yang sama untuk menerima manfaat Program MBG," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais




.jpg)
