12 August 2026

Get In Touch

Batasi Jam Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka, Ini Alasan DLH Kota Malang

Arena air mancur di Alun-alun Merdeka Kota Malang. (Santi/Lentera)
Arena air mancur di Alun-alun Merdeka Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menegaskan air mancur di Alun-alun Merdeka bukan dalam kondisi rusak, meski tidak beroperasi sepanjang hari.

DLH mengklaim sengaja membatasi jam operasional air mancur tersebut, untuk menjaga kondisi air dan mencegah fasilitas digunakan sebagai tempat bermain maupun mandi oleh pengunjung anak-anak.

"Untuk pancuran di alun-alun itu memang sengaja kami hidupkan setelah jam 6 sore sampai jam 9 malam," ujar Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, Rabu (12/8/2026).

Dijelaskannya, pembatasan tersebut berkaitan dengan sistem sirkulasi air pada air mancur. Raymond menyebut air yang dipancurkan akan kembali turun ke penampungan untuk kemudian disirkulasikan kembali. Namun, dalam sistem tersebut tidak terdapat pengolahan atau penyaringan langsung sebelum air kembali dipancurkan.

Menurut Raymond, sebelumnya air mancur sempat dioperasikan sejak pagi hingga malam. Namun, kondisi tersebut membuat sejumlah pengunjung anak-anak memanfaatkan air mancur sebagai tempat bermain air.

Bahkan, ia menyebut terdapat anak-anak yang buang air kecil di area air mancur. Air tersebut kemudian masuk kembali ke tempat penampungan dan dipancurkan melalui sistem sirkulasi.

"Namanya anak-anak, kami tidak bisa melarang. Kebanyakan mereka ada yang buang air kecil juga di sana, sehingga airnya itu turun ke dalam penampungan dan itu dipancurkan kembali," katanya.

DLH kemudian menerima sejumlah laporan dari orangtua yang menyebut anak mereka mengalami gatal-gatal setelah bermain di air mancur tersebut.

Meskipun tidak menyatakan keluhan tersebut secara medis disebabkan oleh air mancur. Raymond mengakui informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pembatasan penggunaan fasilitas.

Untuk menjaga kondisi air, DLH kini melakukan penggantian air secara berkala. Raymond menyebut penggantian dilakukan dalam rentang 3 hari hingga satu minggu dan menggunakan air dari PDAM. "Supaya tidak berbau pesing segala macam," tegasnya.

Meski jam operasional dibatasi, air mancur tetap menjadi bagian dari daya tarik Alun-alun Merdeka. Masyarakat dapat menikmati air mancur pada malam hari, termasuk permainan lampu yang menyertainya. Raymond mengatakan masyarakat tetap dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu spot foto.

Diketahui, air mancur tersebut merupakan salah satu fasilitas yang berada di kawasan Alun-alun Merdeka pasca revitalisasi. Proyek revitalisasi Alun-alun Merdeka sendiri merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) Bank Jatim dengan nilai sekitar Rp5 miliar. Revitalisasi tersebut telah rampung pada akhir Januari 2026.

Di sisi lain, DLH Kota Malang sebelumnya juga menyampaikan pengelolaan Alun-alun Merdeka membutuhkan tambahan biaya perawatan sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta per tahun. Kebutuhan tersebut mencakup biaya tambahan untuk menjaga dan merawat fasilitas di kawasan Alun-alun Merdeka setelah revitalisasi.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.