Anggota Fraksi Gerindra Jatim Benjamin Kristianto Sebut KDMP Bisa Ubah Pola Belanja Masyarakat
SURABAYA (Lentera) – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto menilai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpotensi menjadi penggerak pperekonomian desa, apabila dikelola secara profesional dan mampu menjaga perputaran uang tetap berada di tingkat desa.
Menurut Benjamin, keberadaan koperasi di setiap desa dan kelurahan diharapkan dapat mengubah pola belanja masyarakat dari pasar modern ke koperasi, sehingga keuntungan usaha dapat kembali dinikmati masyarakat sebagai anggota koperasi.
“Setiap desa atau kelurahan dibuat koperasi. Daripada masyarakat berbelanja di minimarket atau pasar modern, lebih baik berbelanja di koperasi. Pendapatan dari penjualan beras, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya akan kembali ke koperasi. Bahkan kalau nanti ada subsidi sembako, harga beras bisa lebih murah,” ungkap Benjamin, Selasa (14/07/2026).
Benjamin mengatakan, harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau di Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menarik masyarakat berbelanja di koperasi. Dengan demikian, keuntungan usaha tidak hanya dinikmati pemilik modal, tetapi kembali kepada anggota koperasi.
“Kalau masyarakat belanja di perusahaan besar, yang untung perusahaan. Tapi kalau keuntungan didapat koperasi, manfaatnya kembali kepada anggota koperasi. Koperasi adalah usaha bersama sebagai amanat Pasal 33 UUD 1945, sehingga perekonomian harus sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.
Benjamin menjelaskan, konsep Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menyediakan gerai kebutuhan pokok, tetapi juga dilengkapi layanan kesehatan melalui klinik dan apotek, serta menjadi pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Di koperasi nantinya ada klinik untuk pelayanan kesehatan, ada apotek agar masyarakat desa lebih mudah mendapatkan obat, dan ada gerai UMKM sehingga produk-produk desa bisa dipasarkan lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, keuntungan koperasi juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan simpan pinjam bagi anggota sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau dikelola koperasi, hasil usahanya bisa dipakai untuk simpan pinjam anggota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi di desa,” ucap Benjamin.
Meski demikian, politikus Benjamin itu mengingatkan agar pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan bebas dari penyalahgunaan wewenang. Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan baik sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Program ini tujuannya baik, jangan sampai dinodai oleh oknum. Manajer dan pengelola koperasi harus menjaga kepercayaan yang diberikan. Jangan sampai terjadi penyimpangan seperti yang pernah terjadi pada program lain. Yang salah bukan programnya, tetapi oknumnya,” tegasnya.
Benjamin juga menekankan, pentingnya pemilihan lokasi pembangunan koperasi agar mudah diakses masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau anggarannya sudah disiapkan, bangunlah tempat yang layak dan strategis, mudah diakses masyarakat. Jangan sampai dibangun di lokasi yang terpencil,” katanya.
Ia menambahkan, penentuan lokasi pembangunan koperasi harus dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah desa, aparat setempat, dan pihak terkait.
“Desa bersama aparat dan pihak terkait harus menentukan lokasi yang benar-benar strategis. Jangan asal membangun karena nanti justru tidak dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais





.jpg)
