01 July 2026

Get In Touch

Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Naik 54 Persen, Negosiasi AS-Iran Berlanjut

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (AFP)
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (AFP)

JAKARTA (Lentera) - Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz meningkat hampir 54 persen dalam sepekan terakhir setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, aktivitas pelayaran di salah satu jalur distribusi minyak terpenting dunia itu masih jauh di bawah kondisi sebelum perang dan dibayangi ketidakpastian akibat negosiasi yang masih berlanjut.

Melansir Antara, Selasa (30/6/2026), data perusahaan analitik Kpler menyebut sebanyak 343 kapal komersial melintasi Selat Hormuz pada periode 22-28 Juni 2026, atau rata-rata 49 kapal per hari. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode 15-21 Juni yang mencatat 223 kapal atau rata-rata 32 kapal per hari.

Peningkatan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara pada 14 Juni yang mulai berlaku pada 18 Juni. Meski situasi keamanan mulai membaik, proses perundingan kedua negara masih berlangsung dalam kondisi yang rapuh sehingga pelaku industri pelayaran tetap bersikap hati-hati.

Sebelum perang pecah pada akhir Februari, rata-rata sekitar 130 kapal komersial melintasi Selat Hormuz setiap hari. Namun, aktivitas pelayaran sempat merosot tajam setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Kendati mulai pulih, volume lalu lintas kapal saat ini masih sekitar 70 persen lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang.

Data Kpler menunjukkan, jumlah pelayaran harian terendah pada periode 15-21 Juni tercatat sebanyak 19 kapal pada 17 Juni, sedangkan angka tertinggi mencapai 54 kapal pada 22 Juni.

Sementara itu, pada periode 22-28 Juni, jumlah pelayaran harian berkisar antara 24 hingga 76 kapal. Aktivitas tertinggi terjadi pada 24 Juni dengan 76 kapal melintas, menjadikannya hari tersibuk di Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Sebagian besar kapal yang melintas merupakan kapal tanker pengangkut minyak mentah dan produk minyak bumi dari Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.

Data tersebut juga mencatat sedikitnya enam juta barel minyak mentah melintasi Selat Hormuz pada Senin (29/6/2026), menandakan mulai pulihnya arus distribusi energi melalui jalur strategis tersebut.

Meski demikian, sebagian besar kapal masih memilih menggunakan jalur pelayaran yang berada di perairan teritorial Iran. Mayoritas pelayaran di lintasan tersebut dilakukan oleh kapal-kapal armada bayangan (shadow fleet) serta kapal yang berada di bawah sanksi internasional.

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.