Kapten Cape Verde Diselidiki atas Dugaan Pemerkosaan di Tengah Kiprah Apik di Piala Dunia 2026
JAKARTA (Lentera) - Kapten Timnas Cape Verde, Ryan Mendes, menjadi sorotan di tengah kiprah apik negaranya pada Piala Dunia 2026. Pemain berusia 36 tahun itu dilaporkan tengah diselidiki Kepolisian Selandia Baru atas dugaan kasus pemerkosaan yang disebut terjadi beberapa bulan sebelum turnamen berlangsung.
Dilansir dari USA Today, Minggu (28/6/2026), dugaan tindak pidana tersebut terjadi pada Maret 2026 ketika Timnas Cape Verde mengikuti FIFA Series di Selandia Baru.
Mendes, yang tampil di seluruh pertandingan Cape Verde pada fase grup Piala Dunia 2026, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan asal Brasil yang bertugas sebagai penerjemah tim selama turnamen persahabatan tersebut.
Hingga saat ini, Kepolisian Selandia Baru masih melakukan penyelidikan. Keputusan mengenai apakah Mendes akan didakwa atau tidak akan ditentukan setelah seluruh proses investigasi, termasuk analisis forensik, rampung.
Korban Mengaku Diserang di Kamar Hotel
Berdasarkan laporan media Brasil Globo, perempuan tersebut mengaku kepada penyidik bahwa Mendes memasuki kamar hotelnya di Auckland sebelum diduga melakukan penyerangan fisik dan seksual.
Usai kejadian, korban segera melapor kepada kepolisian dan menjalani pemeriksaan medis terkait dugaan kekerasan seksual.
Menurut laporan Globo, hasil pemeriksaan menemukan adanya luka dan memar di sejumlah bagian tubuh korban. Perempuan tersebut juga menyerahkan foto-foto luka yang dialaminya sebagai bagian dari barang bukti dalam proses penyelidikan.
Korban juga mengaku telah melaporkan dugaan penyerangan itu kepada tiga pejabat Federasi Sepak Bola Cape Verde. Namun, menurut laporan tersebut, tidak ada satu pun yang memberikan tanggapan.
Sementara itu, FIFA menyatakan pihaknya menanggapi serius setiap dugaan pelanggaran dan saat ini terus berkoordinasi dengan otoritas Selandia Baru.
"FIFA menanggapi setiap tuduhan pelanggaran dengan serius dan sedang berhubungan dengan pihak berwenang Selandia Baru," demikian pernyataan FIFA, mengutip Kompas.com
Bayangi Kiprah Bersejarah Cape Verde
Munculnya dugaan kasus tersebut membayangi pencapaian bersejarah Cape Verde di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Afrika itu sukses melaju ke babak 32 besar setelah menahan imbang Spanyol dan Uruguay pada fase grup.
Tim berjuluk Blue Sharks (Hiu Biru) itu tercatat sebagai tim debutan pertama yang lolos ke fase gugur Piala Dunia sejak Slovakia pada 2010. Cape Verde juga menjadi debutan pertama sejak Senegal pada 2002 yang mampu menuntaskan fase grup tanpa menelan kekalahan.
Ryan Mendes sendiri merupakan penyerang yang memperkuat klub Turkiye, Igdir FK. Hingga fase grup berakhir, ia hampir selalu bermain penuh dan hanya absen selama 19 menit.
Cape Verde dijadwalkan menghadapi Argentina pada babak 32 besar di Miami pada Jumat, 3 Juli 2026. Namun, hingga kini belum ada keputusan dari otoritas Selandia Baru mengenai status hukum Mendes karena penyelidikan masih berlangsung.
Editor: Santi





.jpg)
