SURABAYA (Lentera) - Predikat wisudawan terbaik menjadi pencapaian membanggakan bagi Eveline Fingka Dasilva. Lulusan Program Studi Sarjana Manajemen Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas kelahiran Sidoarjo, 24 Februari 2004, itu membuktikan keberhasilan di bangku kuliah tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Eveline mengaku perjalanan selama menempuh pendidikan di UHW Perbanas penuh dengan dinamika dan tantangan. Perasaan bahagia, bangga, sekaligus haru menyelimuti dirinya saat menerima penghargaan sebagai wisudawan terbaik.
"Senang banget bisa mendapatkan penghargaan ini. Rasanya campur aduk karena mengingat perjalanan selama kuliah di Perbanas," ujarnya pada Lentera, Sabtu (27/6/2026).
Sejak awal kuliah, Eveline merupakan penerima beasiswa penuh selama tujuh semester. Status tersebut menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus berkembang dan menunjukkan prestasi, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan.
Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Manajemen, terlibat dalam berbagai kepanitiaan bersama dosen, serta mengikuti sejumlah kompetisi tingkat nasional.
Di luar lingkungan kampus, Eveline juga menyalurkan minatnya di bidang seni melalui klub tari, menerima pekerjaan lepas, hingga tampil sebagai penari dalam berbagai kegiatan dan acara.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil meraih Juara II Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan PT Aksara Mandiri secara daring pada 2023 atau 2024.
Menurut Eveline, prestasi tersebut terasa sangat berarti karena menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi akademik. Saat itu, ia mengaku belum memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menyusun karya esai yang baik.
Namun, dukungan dari dosen, kakak tingkat, dan lingkungan sekitar membuatnya berani mencoba sesuatu yang baru.
"Mungkin bagi orang lain juara dua bukan sesuatu yang besar, tetapi bagi saya yang berani keluar dari zona nyaman, itu pencapaian yang sangat berarti," tuturnya.
Eveline juga mengakui dirinya pernah menjadi pribadi yang cenderung nyaman dengan rutinitas dan kurang termotivasi untuk mencoba hal-hal baru. Namun, tanggung jawab sebagai penerima beasiswa justru menjadi titik balik yang mendorongnya untuk lebih aktif, mengikuti perlombaan, berorganisasi, dan terus menantang diri agar berkembang.
Baginya, pengalaman selama kuliah tidak hanya bertujuan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga membentuk karakter serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.
"Harapannya, ilmu yang didapatkan tidak hanya disimpan, tetapi juga diimplementasikan. Apa yang kita pelajari di kampus harus bisa dilakukan dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Usai menyelesaikan studi Sarjana Manajemen, Eveline berencana meniti karier di dunia industri agar dapat menerapkan ilmu yang telah diperolehnya selama kuliah. Meski mendapatkan kesempatan beasiswa untuk melanjutkan studi magister, ia masih mempertimbangkan pilihan tersebut sambil membuka peluang baru untuk masa depannya.
Kisah Eveline menjadi pengingat, prestasi tidak selalu lahir dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian untuk melangkah, mencoba hal baru, serta kemauan untuk terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Reporter: Amanah/Editor: Santi





.jpg)
