19 June 2026

Get In Touch

Perkuat Diplomasi Pendidikan, Unair Buka Kantor Bersama OIC-COMSTECH dan WUACD di Surabaya

Peresmian kantor bersama Organization of Islamic Cooperation Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation (OIC-COMSTECH) dan World University Association for Community Development (WUACD) di Unair. (Amanah/Lentera)
Peresmian kantor bersama Organization of Islamic Cooperation Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation (OIC-COMSTECH) dan World University Association for Community Development (WUACD) di Unair. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Universitas Airlangga (Unair) memperluas peran diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat internasional, dengan meresmikan kantor bersama Organization of Islamic Cooperation Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation (OIC-COMSTECH) dan World University Association for Community Development (WUACD) di Surabaya, Kamis (18/6/2026). 

Kehadiran kantor yang berlokasi di kampus B tersebut, diharapkan menjadi pusat penguatan kolaborasi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Sekretaris Eksekutif WUACD, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan peresmian kantor bersama itu tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Unair dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan global, khususnya di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Menurutnya, kemitraan tersebut akan semakin memperkuat posisi Unair dalam jejaring perguruan tinggi internasional serta mendorong lahirnya berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kerja sama ini akan memperkuat penetrasi Universitas Airlangga di tingkat global. Kami ingin menghadirkan dampak nyata melalui riset dan pengabdian masyarakat untuk menjawab persoalan dunia," ujarnya.

Dukungan terhadap penguatan kerja sama itu juga datang dari Pemerintah Pakistan. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menuturkan, Indonesia dan Pakistan memiliki hubungan historis yang erat sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Ia menilai, keberadaan kantor COMSTECH di Surabaya dapat mempercepat berbagai bentuk kolaborasi akademik, mulai dari pertukaran mahasiswa, dosen, dan peneliti hingga pengakuan kualifikasi pendidikan antarnegara.

"Kami akan mempermudah seluruh proses kerja sama, termasuk penerbitan visa bagi akademisi dan mahasiswa Indonesia yang akan berkolaborasi dengan Pakistan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Jenderal OIC-COMSTECH, Prof. Dr. M. Iqbal Choudhary menyampaikan sejumlah program prioritas telah disepakati, dalam kerja sama tersebut. Program-program itu meliputi peningkatan kapasitas peneliti, pemberian akses pendidikan bagi mahasiswa yang berasal dari negara-negara terdampak konflik seperti Palestina, Sudan, Yaman, dan Suriah.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan riset pengelolaan sumber daya air, penanganan dampak perubahan iklim, serta pelatihan keterampilan bagi generasi muda Muslim.

"Kita tidak hanya bekerja untuk Indonesia dan Pakistan, tetapi untuk kesejahteraan umat Muslim dunia. Generasi muda adalah peluang besar yang harus dibekali pendidikan dan keterampilan masa depan," tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR, Prof. dr. Muhammad Miftahussurur menambahkan kemitraan dengan COMSTECH akan membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia, terhadap jejaring riset di berbagai negara yang selama ini belum banyak terjangkau.

"Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan solusi konkret untuk menjawab berbagai persoalan global melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.