12 June 2026

Get In Touch

Jelang Bulan Suro, PSHT Trenggalek Pusat Madiun Tekankan Ketertiban dan Larang Konvoi

Calon warga PSHT Trenggalek Pusat Madiun menjalani latihan bersama sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pengesahan 1.690 warga baru pada Bulan Suro 2026.
Calon warga PSHT Trenggalek Pusat Madiun menjalani latihan bersama sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pengesahan 1.690 warga baru pada Bulan Suro 2026.

TRENGGALEK (Lentera) - PSHT Cabang Trenggalek Pusat Madiun menyiapkan langkah khusus untuk memastikan pelaksanaan Bulan Suro 2026 berjalan aman dan khidmat. Menjelang pengesahan 1.690 calon warga baru, organisasi tersebut menegaskan larangan konvoi kendaraan, konsumsi minuman keras, serta berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Ketua Cabang PSHT Trenggalek Pusat Madiun, Wijiono, mengatakan Bulan Suro menjadi momentum penting yang selalu dinantikan warga PSHT karena sarat dengan kegiatan spiritual dan penguatan nilai persaudaraan.

"Bulan Suro bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi waktu bagi seluruh warga untuk meningkatkan kedisiplinan, menjaga sikap, dan memperkuat nilai-nilai yang diajarkan di PSHT," kata Wijiono, Kamis (11/6/2026).

Tahun ini, PSHT Trenggalek akan menggelar dua agenda utama, yakni malam tirakatan 1 Suro dan pengesahan warga baru. Malam tirakatan akan dilaksanakan di masing-masing ranting dengan melibatkan pengurus, warga, calon warga, hingga pendamping yang telah ditunjuk oleh pengurus cabang.

Sementara itu, prosesi pengesahan akan dipusatkan di Padepokan Trah Hangabehi pada malam 17 Juni 2026. Sebanyak 1.690 calon warga dijadwalkan mengikuti prosesi yang menjadi puncak rangkaian kegiatan tersebut.

"Jumlah calon warga yang akan disahkan tahun ini cukup besar. Karena itu, seluruh unsur organisasi harus memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelancaran dan ketertiban selama kegiatan berlangsung," ujarnya.

Menurut Wijiono, berbagai tahapan persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan pengesahan. Mulai dari uji kelayakan berbasis digital hingga pembinaan bagi calon warga yang melibatkan unsur Forkopimda Trenggalek.

"Semua tahapan telah berjalan sesuai rencana. Kami terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan nanti benar-benar siap dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan," tuturnya.

Ia menegaskan, seluruh anggota wajib mematuhi aturan organisasi selama rangkaian Bulan Suro berlangsung. Pengurus tidak menginginkan adanya tindakan yang dapat mencoreng nama baik PSHT maupun mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Kami meminta seluruh warga untuk datang dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Tidak perlu ada konvoi, euforia berlebihan, atau kegiatan lain yang justru merugikan diri sendiri maupun masyarakat," tegas Wijiono.

Lebih lanjut, ia mengingatkan setiap pelanggaran hukum yang dilakukan individu berada di luar tanggung jawab organisasi dan harus dipertanggungjawabkan secara pribadi.

"Apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran terhadap aturan organisasi maupun hukum yang berlaku, maka konsekuensinya menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan," katanya.

Melalui rangkaian kegiatan Bulan Suro tahun ini, PSHT Trenggalek berharap seluruh warga dapat semakin mempererat persaudaraan serta menunjukkan kontribusi positif kepada masyarakat

"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan menjadi contoh bahwa warga PSHT mampu menjaga nilai persaudaraan sekaligus menghormati lingkungan di sekitarnya," pungkas Wijiono.

Reporter: Herlambang/Editor: Santi

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.