12 June 2026

Get In Touch

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Konflik dengan AS Memanas

Sebuah perahu kecil melintas di kawasan pesisir, di antara kapal kargo, kapal tunda, dan tongkang industri yang tengah berlabuh di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran, Senin (1/6/2026). (AFP)
Sebuah perahu kecil melintas di kawasan pesisir, di antara kapal kargo, kapal tunda, dan tongkang industri yang tengah berlabuh di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran, Senin (1/6/2026). (AFP)

JAKARTA (Lentera) - Teheran mengumumkan kembali menutup penuh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, Kamis (11/6/2026). Hal ini dilakukan di tengah kabar memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. 

Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran televisi nasional Iran oleh Markas Besar Khatam Al-Anbiya. Dalam pernyataannya, militer Iran menegaskan keputusan penutupan diambil karena situasi keamanan di kawasan yang dinilai semakin memburuk.

"Pergerakan apa pun di Selat Hormuz akan menjadi sasaran tembak," demikian peringatan yang disampaikan Markas Besar Khatam Al-Anbiya melalui siaran televisi nasional Iran.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Militer Iran menyebut langkah tersebut merupakan respons atas apa yang mereka sebut sebagai "agresi Amerika" termasuk serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat ke Provinsi Hormozgan di wilayah selatan Iran.

Dalam pernyataan yang sama, Markas Besar Khatam Al-Anbiya juga membantah klaim pemerintah Amerika Serikat yang menyatakan kapal-kapal masih dapat melintasi Selat Hormuz secara aman.

Sementara itu, sejumlah media Iran sebelumnya melaporkan terjadinya ledakan dan aktivasi sistem pertahanan udara di beberapa wilayah selatan negara tersebut. Serangan udara dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, hingga Sirik yang berada di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan, pasukannya telah melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran. Washington menyebut operasi tersebut sebagai langkah "membela diri" di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Editor: Santi/Ant

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.