07 June 2026

Get In Touch

Intelijen AS Curigai Israel Lakukan Spionase, Hubungan Kedua Negara Dilaporkan Memanas

Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat.
Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat.

WASHINGTON (Lentera) - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan memanas. Badan Intelijen Pertahanan AS (Defense Intelligence Agency/DIA) disebut mencurigai adanya peningkatan aktivitas spionase yang dilakukan Israel terhadap para pejabat tinggi Negeri Paman Sam.

Mengutip Kompas, Minggu (7/6/2026), DIA bahkan disebut telah menaikkan status penilaian ancaman terhadap aktivitas spionase Israel dari level "tinggi" menjadi "kritis"  dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan mengenai perubahan status ancaman itu pertama kali diungkap NBC News pada Jumat (5/6/2026), kemudian diperkuat oleh laporan The New York Times sehari berikutnya. Kedua media tersebut mengutip sejumlah sumber anonim di lingkungan pemerintahan AS yang mengetahui penilaian internal DIA.

Berdasarkan dokumen internal yang dikutip dalam laporan tersebut, DIA menilai intelijen Israel semakin aktif memantau aktivitas para pejabat tinggi AS.

Perang yang pecah sejak 28 Februari lalu kini disebut menjadi beban politik bagi Trump di dalam negeri. Di tengah meningkatnya tekanan publik, Trump beberapa kali menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri konflik tersebut.

Sebaliknya, Netanyahu dikabarkan terus mendorong agar operasi militer kembali dilanjutkan, meski kedua pihak sebelumnya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara pada 8 April.

Laporan itu juga menyebut aktivitas spionase Israel terhadap AS sebenarnya bukan fenomena baru. Namun, DIA mendeteksi lonjakan signifikan sejak akhir 2024, ketika pemerintahan Presiden Joe Biden mulai meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait operasi militernya di Gaza.

Tren tersebut disebut berlanjut sepanjang 2025 setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden dan mulai menyusun strategi baru terkait konflik Iran. Intelijen AS bahkan dikabarkan menemukan indikasi adanya upaya terstruktur untuk memantau sejumlah pejabat penting pemerintahan.

Salah satu nama yang disebut menjadi target adalah utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang berperan sebagai negosiator utama dalam dialog nuklir sebelum operasi militer AS-Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Selain Witkoff, pejabat senior Pentagon Elbridge Colby serta wakilnya Michael DiMino IV juga dilaporkan menjadi sasaran pengawasan intelijen Israel.

Hingga kini, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Namun, seorang juru bicara yang tidak disebutkan identitasnya memberikan bantahan singkat kepada NBC News dan The New York Times dengan menyatakan, "Palsu."

Meski demikian, isu tersebut berpotensi memengaruhi hubungan intelijen kedua negara yang selama ini dikenal sangat erat. Selama bertahun-tahun, Washington telah memberikan bantuan militer bernilai miliaran dolar serta menjadi pemasok utama persenjataan bagi Israel.

Di saat yang sama, Kongres AS masih membahas rancangan undang-undang pertahanan yang salah satu klausulnya akan memperluas integrasi penelitian dan pengembangan sistem persenjataan antara kedua negara ke tingkat yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Praktik saling memata-matai di antara negara sekutu memang bukan hal yang asing dalam dunia intelijen. Namun, sejumlah pejabat AS yang dikutip media menilai intensitas dan agresivitas operasi Israel belakangan ini berada di luar pola yang selama ini terjadi.

Bahkan, penilaian ancaman DIA terhadap aktivitas spionase Israel disebut kini melampaui seluruh negara sekutu AS lainnya, termasuk beberapa negara yang memiliki hubungan diplomatik kurang harmonis dengan Washington.

The New York Times juga mengungkap sejumlah insiden sebelumnya yang memperkuat kekhawatiran tersebut. Pada 2021, intelijen militer Israel dilaporkan kedapatan berupaya menanam alat perekam di markas besar DIA. 

Sementara pada 2025, badan intelijen domestik Israel, Shin Bet, disebut mencoba memasang perangkat serupa di kendaraan dinas milik Secret Service.

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.