PASURUAN (Lentera) - Di tengah ancaman kepunahan harimau sumatera di alam liar, kabar menggembirakan datang dari Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan. Empat anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir pada 23 Maret 2026 dari pasangan indukan Praja dan Dini, menambah harapan baru pelestarian satwa endemik Indonesia yang kini berstatus kritis.
"Kelahiran tersebut telah tercatat secara resmi dalam Berita Acara Kelahiran Nomor BA.534/K.2/SKWVI/KSA.03.02/B/5/2026 dan menjadi salah satu capaian penting dalam program konservasi yang dijalankan TSI Prigen," bunyi keterangan tertulis dari Taman Safari Indonesia Prigen, Kamis (4/6/2026).
Momen ini juga menjadi catatan istimewa bagi indukan Dini. Pasalnya, ini merupakan kelahiran kedua yang berhasil dilakukan harimau betina tersebut setelah sebelumnya melahirkan dua anak harimau sumatera bernama Isyana dan Aura.
Di tingkat global, spesies harimau sumatera masuk dalam kategori Critically Endangered atau Kritis berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Populasi harimau sumatera di alam liar terus mengalami tekanan akibat berbagai ancaman. Mulai dari penyusutan habitat hutan, konflik antara manusia dan satwa liar, hingga praktik perburuan ilegal yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Tidak hanya menjadi pencapaian dalam program konservasi ex-situ atau pelestarian di luar habitat alami, kelahiran ini juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem hutan Indonesia yang menjadi rumah bagi harimau sumatera di alam liar.
TSI Prigen menegaskan, upaya konservasi tidak dapat dilakukan oleh lembaga konservasi semata. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat luas untuk memastikan kelestarian satwa liar Indonesia tetap terjaga.
Melalui momen tersebut, Taman Safari Indonesia II Prigen juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian satwa dan keanekaragaman hayati.
Menjaga keberadaan harimau sumatera dinilai sama pentingnya dengan menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang menjadi penopang kehidupan berbagai spesies.
Saat ini, indukan Dini bersama keempat anaknya dilaporkan berada dalam kondisi sehat. Tim dokter hewan dan animal keeper TSI Prigen terus melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anak harimau tersebut berjalan optimal.
Editor: Santi




.jpg)
