03 June 2026

Get In Touch

Puluhan Desa di Pacitan Terancam Kekeringan, Anggota Komisi E DPRD Jatim Soroti Kesiapan Pemerintah

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im

SURABAYA (Lentera) — Ancaman kekeringan yang berpotensi melanda puluhan desa di Kabupaten Pacitan pada musim kemarau 2026, mulai menjadi perhatian.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im menyoroti kesiapan pemerintah dalam menghadapi situasi tersebut, dimana sedikitnya 34 desa dilaporkan berpotensi mengalami kesulitan air bersih berdasarkan data BPBD Pacitan.

Legislator PAN dari Dapil IX Jawa Timur itu meminta, pemerintah daerah tidak menunggu hingga masyarakat mengalami krisis air bersih untuk bergerak.

“Kita tentu prihatin melihat ancaman kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat Pacitan. Jangan sampai warga mengalami kesulitan air bersih, baru pemerintah bergerak. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” ungkap Suli Da’im, Selasa (02/06/2026).

Menurutnya, wilayah perbukitan dan daerah rawan kekeringan harus menjadi prioritas penanganan menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

Ia meminta BPBD, PUPR, PDAM, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa memperkuat koordinasi untuk menghadapi potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Ketua Umum IKA Umsura tersebut menegaskan, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara. Karena itu, pemerintah dinilai tidak cukup hanya menyiapkan bantuan darurat berupa dropping air bersih.

“Kita perlu memperkuat pembangunan sumur bor, embung, pipanisasi, dan konservasi sumber mata air. Jangan hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga solusi permanen untuk masyarakat,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Pacitan, dirinya mengaku akan terus mengawal persoalan kekeringan agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Saya akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat Pacitan, khususnya terkait air bersih, benar-benar menjadi perhatian. Masyarakat di pelosok dan wilayah pegunungan tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan sendiri,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.