03 June 2026

Get In Touch

Komisi B DPRD Jatim akan Panggil OPD, Terkait Anjloknya Harga Telur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti

SURABAYA (Lentera) — DPRD Jawa Timur berencana memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, menyusul anjloknya harga telur di tingkat peternak dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul protes dari para peternak yang mengeluhkan harga telur yang terus turun.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti mengungkapkan pihaknya merencanakan pemanggilan dinas terkait, untuk meminta penjelasan secara langsung mengenai kondisi tersebut.

“Komisi B memang rencana demikian (memanggil dinas terkait),” ungkap Erma Susanti saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, persoalan anjloknya harga telur harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah di berbagai tingkatan. Sebab, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan usaha peternak rakyat.

Sejumlah peternak di berbagai daerah, sebelumnya diketahui mengeluhkan harga telur yang terus turun dalam dua bulan terakhir. Di sisi lain, harga bahan baku pakan ternak masih tinggi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya menyampaikan tengah menyiapkan skema subsidi harga jagung melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Kebijakan itu disiapkan, untuk membantu meringankan beban peternak di tengah tingginya biaya pakan dan turunnya harga telur.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyebut, subsidi pakan diperlukan agar peternak tetap bertahan. Selain itu, ia juga mendorong agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyerap lebih banyak telur dari peternak.

“Memang perlu, khususnya subsidi pakan ayam, agar peternak tidak colaps. Juga kebijakan BGN penyerapan telur dalam menu diperbanyak,” jelasnya.

Sementara itu, aksi protes peternak telur terjadi di Blitar, Senin (1/6/2026). Peternak ayam petelur menggelar aksi damai sekaligus membagikan telur gratis kepada masyarakat di depan Kantor Bupati Blitar.

Aksi tersebut diikuti peternak rakyat dari wilayah Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, hingga Trenggalek. Usai berorasi, para peternak membagikan telur gratis yang diangkut menggunakan 200 unit mobil pickup.

Koordinator lapangan aksi, Suyanto mengatakan, sekitar 1 juta butir telur dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk keprihatinan atas anjloknya harga telur di tingkat peternak.

“Ini bentuk keprihatinan kami dengan harga telur yang terus turun,” kata Suyanto.

Ia menyebut, saat ini harga telur di tingkat peternak berada di angka Rp21,000 per kilogram. Angka tersebut berada di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram.

Selain persoalan harga, peternak juga menyoroti tingginya harga pakan serta adanya wacana kerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan investor asing untuk budidaya ayam petelur.

“Kami berharap harga pakan standar dan harga telur sesuai HAP yaitu Rp24.500 per kilogram sampai Rp26.500 per kilogram,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.