SURABAYA (Lentera) – Keluhan warga terkait kondisi Gedung Serbaguna (GSG) RW 001 Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep mencuat dalam agenda reses Sidang II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026, yang digelar Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, Kamis (21/5/2026) malam.
Warga menyoroti pembangunan gedung yang belum rampung, meski sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan.
Dalam pertemuan tersebut, warga mengadukan beberapa pekerjaan finishing yang belum terselesaikan, seperti saluran air dan pavingisasi area parkir. Kondisi itu menyebabkan area sekitar gedung kerap tergenang saat hujan turun.
Selain itu, warga juga menyampaikan bahwa GSG belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, karena sarana dan prasarana penunjang masih belum lengkap.
Menanggapi keluhan tersebut, Yona mengaku langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya terkait kelanjutan pembangunan gedung tersebut.
“Sudah ada konfirmasi dari Kepala DPRKPP setelah saya tanyakan langsung. Insyaallah segera dilanjutkan proses finishing-nya,” ujar Yona dikutip Jumat (22/5/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menilai, bangunan GSG sebenarnya cukup representatif untuk menunjang berbagai kegiatan warga. Namun hingga kini, gedung tersebut belum diserahterimakan karena proses pembangunan dinilai belum benar-benar selesai.
“Bangunan ini belum bisa dikatakan selesai, karena di beberapa titik masih belum diselesaikan. Bahkan kata warga, sudah cukup lama tidak ada aktivitas pengerjaan,” jelasnya.
Menurut Yona, kondisi tersebut patut disayangkan karena keberadaan GSG memiliki fungsi vital sebagai pusat aktivitas sosial dan kegiatan kemasyarakatan warga.
“Padahal gedung ini harusnya sudah bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan lingkungan dan aktivitas masyarakat,” imbuhnya.
Saat melakukan inspeksi ke sejumlah bagian bangunan, Yona juga menemukan beberapa kerusakan mulai muncul. Keramik dan granit lantai terlihat rusak, plafon mulai bermasalah, hingga terdapat retakan pada beberapa bagian tembok.
Atas temuan tersebut, ia langsung berkoordinasi kembali dengan pihak DPRKPP dan meminta Pemerintah Kota Surabaya serta dinas terkait memberi perhatian serius agar proses penyelesaian dan perbaikan segera dilakukan.
“Harapan warga tentu gedung ini segera bisa dimanfaatkan dan difungsikan. Karena keberadaan GSG ini sangat vital bagi kegiatan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
