26 May 2026

Get In Touch

Tragedi Kapal Tenggelam di Perak Malaysia: 39 WNI Ditemukan, Termasuk 16 Tewas

Upaya pencarian WNI korban kapal tenggelam di Perak, Malaysia. (foto: ist/Ant)
Upaya pencarian WNI korban kapal tenggelam di Perak, Malaysia. (foto: ist/Ant)

KUALA LUMPUR (Lentera) - Operasi pencarian korban kapal tenggelam yang diduga mengangkut warga negara Indonesia (WNI) di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, terus berlanjut. Hingga hari keenam operasi, otoritas Malaysia mencatat total 39 korban telah ditemukan, dengan 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak menyebut, dari total korban yang ditemukan tersebut, sebanyak 23 orang berhasil selamat. 

"Sejauh ini total 39 korban telah ditemukan, terdiri dari 23 korban selamat dan 16 meninggal dunia. Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyebutkan jumlah korban sebanyak 37 orang, namun angka tersebut diyakini tidak akurat dan diduga masih ada korban yang belum ditemukan," ujar Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, dalam keterangan resminya di Kuala Lumpur, melansir Antara, Minggu (17/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di perairan Pulau Pangkor, Perak. Kapal yang membawa para korban diduga mengangkut Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) asal Indonesia. Hingga kini, identitas maupun detail kapal yang digunakan masih belum diketahui secara pasti.

MMEA mengungkapkan, saat operasi penyelamatan pertama dilakukan, petugas tidak menemukan kapal di lokasi kejadian. Para korban ditemukan dalam kondisi terapung di tengah laut oleh nelayan setempat yang kemudian meminta bantuan kepada aparat.

Laporan awal diterima pihak MMEA pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Seorang nelayan melaporkan adanya sejumlah orang terapung di laut di sekitar perairan Pulau Pangkor.

Merespons laporan tersebut, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) langsung digelar satu jam kemudian dengan mengerahkan kapal patroli KM GAGAH dan BENTENG 1203. Operasi turut melibatkan Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta nelayan lokal.

Dalam proses evakuasi awal, kapal nelayan lokal VNT PKFB 616 berhasil menyelamatkan 23 WNI yang terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan. Seluruh korban selamat kemudian dibawa menggunakan kapal PPM PAC 16 menuju Dermaga PPM Kampung Acheh untuk proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, pencarian korban meninggal dilakukan secara intensif di sejumlah titik operasi, meliputi perairan Pulau Pangkor, Pulau Kelumpang, Pulau Sangga Kechil, hingga Pulau Buloh.

Mohd Shukri menegaskan seluruh jenazah yang ditemukan telah diserahkan kepada pihak kepolisian Malaysia sebelum dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan dan Rumah Sakit Taiping guna proses identifikasi.

"Operasi akan terus dilakukan secara terpadu hingga seluruh korban berhasil ditemukan," katanya.

Pihak MMEA juga meminta masyarakat maritim dan nelayan di sekitar lokasi kejadian untuk segera melapor apabila menemukan petunjuk maupun benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan insiden tenggelamnya kapal tersebut.

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.