26 May 2026

Get In Touch

Cekcok di Tempat Hiburan Malam, Prajurit TNI Tewas Ditembak Rekannya

Denpom II/4 Palembang melakukan olah TKP di tempat kejadian penembakan anggota TNI di salah satu tempat hiburan malam. (foto: ist/Kompas)
Denpom II/4 Palembang melakukan olah TKP di tempat kejadian penembakan anggota TNI di salah satu tempat hiburan malam. (foto: ist/Kompas)

PALEMBANG (Lentera) - Seorang prajurit TNI berinisial Pratu PS (23) tewas setelah diduga ditembak oleh rekan sesama anggota TNI, usai terlibat cekcok saat berada di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.

Korban yang diketahui bertugas di Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Kesdam II/Sriwijaya itu sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami luka tembak. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB.

Melansir Kompas, insiden bermula ketika Pratu PS dan terduga pelaku, Sertu RN (23), sama-sama berada di lokasi hiburan malam tersebut. Saat berjoget, keduanya diduga saling bersenggolan hingga memicu cekcok.

Pertengkaran kemudian berlanjut menjadi baku hantam. Dalam situasi tersebut, Sertu RN diduga mengeluarkan senjata api dari pinggangnya dan melepaskan tembakan ke arah korban.

Tembakan itu mengenai tubuh Pratu PS. Korban yang terluka parah sempat dibawa ke Rumah Sakit Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis, namun akhirnya meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya peristiwa penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI. "Betul, ada kejadian keributan yang berujung penembakan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia," ujar Fauzi, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Fauzi, pihak kepolisian menerima laporan pada dini hari dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, ia menegaskan penanganan perkara sepenuhnya berada di bawah kewenangan Denpom II/4 Palembang karena melibatkan sesama anggota TNI. "Untuk penanganan lebih lanjut dan detail kasus, silakan konfirmasi langsung ke Denpom," katanya.

Keluarga Syok dan Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Kabar tewasnya Pratu PS membuat keluarga korban terpukul. Adik kandung korban, Faradita (19), mengaku menerima kabar duka tersebut pada Sabtu subuh.

Mendapat informasi itu, ia langsung menuju RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk memastikan kondisi sang kakak. "Saya langsung ke sini, ternyata benar kakak saya sudah meninggal," ujar Faradita.

Dirinya mengaku, awalnya tidak mengetahui penyebab kematian kakaknya. Namun setelah mendapat informasi sang kakak ditembak oleh sesama anggota TNI, keluarga semakin terpukul.

"Kami minta kasus ini jangan ditutupi. Harus transparan karena ini menyangkut nyawa orang. Kakak saya meninggal karena ditembak, jadi pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya," tegas Faradita.

Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.