04 May 2026

Get In Touch

Kampung Pancasila Banjarsugihan Jadi Percontohan Kemandirian Ekonomi Warga

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat berdialog dengan warga Banjarsugihan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat berdialog dengan warga Banjarsugihan.

SURABAYA (Lentera)- Transformasi Kampung Pancasila di RW 05 Kelurahan Banjarsugihan, Surabaya, menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong warga dalam membangun kemandirian ekonomi dan sosial. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat mengunjungi dan berdialog dengan warga setempat, Minggu (3/5/2026) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Eri menilai Kampung Pancasila Banjarsugihan berhasil mematahkan stigma kota besar yang identik dengan sikap individualis dan kapitalis. Ia mengatakan, pembangunan kota tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan karakter masyarakat.

“Di sini saya melihat Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar dijalankan. Warga saling membantu, menjaga keamanan, hingga mengelola sampah secara mandiri. Inilah kekuatan Surabaya,” kata Eri dikutip Senin (4/5/2026).

Salah satu capaian yang menonjol adalah keberhasilan warga mengubah lahan bekas tempat pembuangan sampah menjadi destinasi wisata tematik bernuansa Jepang yang mulai ramai dikunjungi sejak masa pandemi Covid-19. 

Ke depan, warga juga berencana mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pelet pakan ternak sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular.

Menanggapi hal tersebut, Eri menyatakan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Ia bahkan menantang warga untuk segera merealisasikan program tersebut agar Kampung Pancasila semakin mandiri.

Tak hanya itu, Eri juga mendorong peran generasi muda (Gen-Z) sebagai motor penggerak ekonomi kampung. Ia meminta agar anggaran operasional pemuda dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti menjadi distributor kebutuhan pokok bagi warga sekitar.

“Saya ingin anak-anak muda ini menggerakkan ekonomi kampungnya sendiri. Kalau kebutuhan sehari-hari dipenuhi dari dalam kampung, maka perputaran ekonomi akan kuat,” tuturnya 

Untuk mendukung pengembangan wisata tematik, Pemkot Surabaya juga berencana memberikan pelatihan kuliner bagi pemuda, seperti pembuatan ramen, dimsum, hingga sushi, agar selaras dengan konsep Kampung Jelita (Jepang-Bali) yang diusung.

Di akhir kunjungannya, Eri berharap Kampung Pancasila Banjarsugihan dapat menjadi role model bagi kampung lain di Surabaya. Ia bahkan meminta pengurus RW dan pemuda setempat bersiap menjadi narasumber untuk berbagi praktik baik kepada 1.360 RW lainnya.

“Saya ingin keberhasilan ini menular. Di sini tidak ada warga miskin ekstrem karena warganya saling peduli. Ini wajah Surabaya yang sesungguhnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RW 05, Nawwar Rafiandi Putra, menyambut positif dukungan tersebut. Ia menyebut para pemuda siap mengembangkan berbagai program produktif, di antaranya pertanian melon premium berbasis greenhouse dan peternakan ayam petelur.

Menurutnya, program melon sebelumnya sempat berjalan, namun terkendala serangan hama. Dengan dukungan pemerintah, pihaknya optimistis dapat mengelola pertanian secara lebih profesional ke depan.

Selain itu, sektor peternakan ayam petelur dinilai memiliki potensi besar karena tingginya kebutuhan pasar akan telur sebagai sumber protein terjangkau.

“Kami ingin program ini tidak sekadar berjalan sesaat, tetapi menjadi usaha berkelanjutan yang benar-benar berdampak bagi warga,” ujarnya.

Ke depan, untuk memperkuat promosi Kampung Jelita, warga juga akan meluncurkan program podcast sebagai media promosi sekaligus sarana pemasaran produk UMKM berbasis digital.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kampung Pancasila Banjarsugihan diharapkan mampu menjadi contoh nyata kemandirian kampung berbasis gotong royong, sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.