JAKARTA (Lentera) - Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Kopral Rico Pramudia (31) dilaporkan gugur usai menjalani perawatan intensif selama satu bulan akibat luka berat imbas serangan Israel di Lebanon Selatan.
"UNIFIL menyesalkan gugurnya prajurit perdamaian Indonesia, Kopral Rico Pramudia (31), akibat luka berat saat dirawat di RS Beirut," demikian pernyataan resmi yang dirilis United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Jumat (24/4/2026), mengutip Kumparan, Sabtu (25/4/2026).
Kopral Rico sebelumnya mengalami luka parah setelah terkena ledakan proyektil artileri di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di kawasan perbatasan Lebanon Selatan.
Dalam peristiwa yang sama, satu prajurit TNI lainnya, Praka Farizal Romadhon, dilaporkan gugur di lokasi kejadian. Keduanya merupakan bagian dari Kompi C, UNP 7-1, Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tengah menjalankan misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.
UNIFIL turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, rekan sesama prajurit, serta pemerintah Indonesia.
"UNIFIL menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga dan rekan-rekan Kopral Pramudia, juga kepada TNI, pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia atas kehilangan yang tragis ini," tulis UNIFIL.
Gugurnya Kopral Rico menambah daftar korban dari prajurit Indonesia dalam misi UNIFIL. Sebelumnya, 3 prajurit TNI juga dilaporkan gugur dalam rangkaian konflik yang sama, yakni Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar.
Rangkaian insiden tersebut tidak terlepas dari memanasnya konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Editor: Santi





.jpg)
