21 April 2026

Get In Touch

Kasus Gagal Ginjal Meningkat, DPRD Jatim Desak Penguatan Upaya Preventif

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas

SURABAYA (Lentera) - DPRD Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat langkah pencegahan dan promosi kesehatan secara lebih masif, seiring dengan meningkatnya kasus gagal ginjal.

Menurut, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, hal tersebut adalah sinyal serius yang harus segera direspons oleh pemerintah daerah dengan upaya-upaya preventif. 

"Ini warning. Kasus gagal ginjal semakin hari semakin meningkat, dan ini harus menjadi kewaspadaan bersama," ungkap Puguh, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, Jawa Timur menempati peringkat ke-9 secara nasional untuk kasus gagal ginjal. Di tingkat provinsi, penyakit ini berada di posisi ke-5 sebagai penyakit tidak menular terbanyak. Data BPJS Kesehatan Jawa Timur mencatat, sepanjang 2024 terdapat sekitar 37.134 kasus gagal ginjal.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi gagal ginjal kronis di Jawa Timur mencapai 0,29 persen atau sekitar 75.490 jiwa, dengan sekitar 23,14 persen di antaranya menjalani terapi hemodialisa. Kasus tertinggi ditemukan pada kelompok usia di atas 75 tahun.

Politisi PKS tersebut menegaskan, situasi ini harus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat langkah preventif dan promotif.

"Nah ini harus disikapi. Dinas Kesehatan harus melakukan upaya preventif dan promotif secara masif, menggandeng seluruh stakeholder, baik pemerintah kabupaten/kota hingga kader kesehatan di tingkat desa," tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kampanye pola hidup sehat yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur, termasuk edukasi mengenai pola makan, aktivitas fisik, serta pengelolaan gaya hidup sehari-hari.

"Harus ada gerakan bersama. Manfaatkan jaringan yang ada, kader-kader kesehatan, untuk mengkampanyekan pola hidup sehat dan tata kelola kehidupan sehari-hari yang lebih baik," jelasnya.

Puguh menilai penguatan langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan laju kasus sekaligus mengendalikan beban pembiayaan kesehatan.

"Kalau tidak dicegah dari sekarang, ini akan terus membebani sistem kesehatan kita. Maka kuncinya ada pada edukasi, pencegahan, dan kesadaran masyarakat," pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor: Santi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.