20 April 2026

Get In Touch

Serentak 16 Puskesmas di Kota Malang, Skrining Kanker Serviks 1.800 Perempuan

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif meninjau pelaksanaan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Kendalkerep, Senin (20/4/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif meninjau pelaksanaan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Kendalkerep, Senin (20/4/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Sebanyak 1.800 perempuan di Kota Malang menjalani skrining kanker serviks secara serentak di 16 puskesmas selama satu pekan ini. Pemeriksaan meliputi tes Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai upaya deteksi dini guna mencegah kasus kanker serviks.

"Yang sudah daftar di kami ada 1.800. Mulai hari ini sampai Sabtu nanti, serentak dilakukan pemeriksaan HPV DNA dan IVA. Itu serentak di 16 Puskesmas," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, ditemui usai meninjau pelaksanaan pemeriksaan di Puskesmas Kendalkerep, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, peserta yang mengikuti pemeriksaan umumnya berada pada rentang usia 29 hingga 40 tahun. Selain itu, Husnul mengatakan terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta sebelum menjalani pemeriksaan HPV DNA maupun IVA, guna memastikan hasil yang akurat.

Lebih lanjut, Husnul menyebut pemeriksaan HPV DNA rutin dilakukan setiap tahun dengan cakupan ribuan perempuan. Pada 2025 lalu, sebanyak 2.500 perempuan telah menjalani skrining.

"Dari 2.500 yang diperiksa, terdapat 40 perempuan yang hasilnya positif," katanya.

Dari hasil tersebut, Husnul memastikan seluruh kasus yang terdeteksi masih berada pada tahap awal atau grade 1, sehingga dapat langsung ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. "Ditangani dengan cryotherapy di Puskesmas. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit," tegasnya.

Penanganan dilakukan di 3 puskesmas yang telah memiliki layanan tersebut, yakni Puskesmas Kedungkandang, Puskesmas Ciptomulyo, dan Puskesmas Cisadea.

Dijelaskannya, kasus dengan tingkat keparahan lebih tinggi baru akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, berdasarkan data Dinkes Kota Malang, pada 2025 tercatat sebanyak 50 kasus kanker serviks terdeteksi di wilayah tersebut. Untuk kasus yang sudah terdiagnosis kanker serviks, langkah penanganan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

Meski tergolong penyakit serius, Husnul menegaskan kanker serviks tetap memiliki peluang untuk disembuhkan, terutama jika terdeteksi sejak dini.

Ia juga mengingatkan, kanker serviks umumnya disebabkan oleh infeksi virus, salah satunya Human Papillomavirus (HPV), yang dapat dipengaruhi oleh faktor kebersihan diri, sanitasi lingkungan, hingga gaya hidup.

Di sisi lain, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan program deteksi dini ini merupakan agenda rutin tahunan yang juga menjadi bagian dari program nasional dalam upaya pencegahan kanker serviks.

Pemkot Malang menargetkan, sebanyak 2.500 peserta setiap tahun dalam program skrining ini, dengan menyasar seluruh perempuan di Kota Malang yang memenuhi kriteria pemeriksaan.

Wahyu juga memastikan, layanan pemeriksaan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena adanya dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). "Gratis, karena ada dukungan dari DAK," pungkasnya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor:Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.