17 April 2026

Get In Touch

HPN 2026 Jadi Momentum Refleksi, PWI Soroti Tantangan dan Masa Depan Pers

Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat Jawa Timur di Surabaya. (Amanah/Lentera)
Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat Jawa Timur di Surabaya. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Jawa Timur menjadi momentum penting. Untuk merefleksikan berbagai tantangan yang dihadapi insan pers, sekaligus menatap masa depan jurnalisme di tengah dinamika zaman.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sambutannya mengatakan, peran pers tetap krusial di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik masih tinggi karena mengedepankan akurasi dan verifikasi.

"Tanpa pers, kita tidak bisa membayangkan bagaimana informasi yang kredibel dapat tersampaikan. Bahkan sering kali kami di pemerintah justru lebih dahulu mendapatkan informasi dari rekan-rekan wartawan," kata Emil, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menilai kritik yang disampaikan pers merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih baik. Emil menekankan bahwa hubungan antara pemerintah dan insan pers harus terus dijaga secara sehat dan konstruktif.

Diketahui, acara yang sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini berlangsung meriah, dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, insan pers, serta penerima penghargaan dari berbagai bidang.

Di sisi lain, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyampaikan acara puncak ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Februari 2026. Pada malam resepsi tersebut, PWI memberikan penghargaan kepada berbagai tokoh berprestasi, mulai dari bidang politik hingga pegiat lingkungan.

"Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers saat ini. Ia mengingatkan, PWI yang lahir pada 9 Februari 1946 kini memasuki usia ke-80, dengan tanggung jawab yang semakin kompleks.

Menurutnya, disrupsi teknologi telah mengubah pola bisnis media dan cara masyarakat mengonsumsi informasi. Di tengah maraknya media baru dan derasnya arus informasi digital, eksistensi media konvensional menghadapi tekanan yang signifikan.

"Pers harus tetap menjadi rujukan utama dengan menjaga kualitas berita yang akurat, terverifikasi, dan memberikan manfaat bagi publik," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kompetensi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi digital.

Selain itu, Akhmad Munir mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik di tengah berbagai kepentingan yang memengaruhi industri media. "Momentum Hari Pers ini harus menjadi refleksi bersama agar kita tetap menjaga marwah pers dan profesionalisme sebagai wartawan," pungkasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.