TRENGGALEK (Lentera) — Pasca kejadian runtuhan batu yang menimpa kendaraan di jalur Trenggalek–Ponorogo Kilometer 16, Kamis (16/4/2026), proses penanganan masih difokuskan pada pengecekan kondisi tebing bagian atas yang dinilai rawan longsor.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur, Endhy Aktony mengatakan saat ini tim gabungan, termasuk Basarnas, masih melakukan asesmen untuk memastikan keamanan area sebelum jalur dibuka kembali.
“Dari tim Basarnas mau memastikan dulu untuk daerah atas itu apakah masih bisa dilewati atau tidak,” ujar Endhy.
Ia menjelaskan, langkah tersebut penting untuk menentukan penanganan lanjutan, baik sementara maupun permanen. Pihaknya juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan sebagai bagian dari tindak lanjut awal.
“Untuk penanganan pertama kemarin sudah kami laporkan ke pimpinan, baik untuk penanganan sementara maupun permanennya,” jelasnya.
Selain itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan pemerintah daerah yang akan mengirimkan surat resmi sebagai bagian dari proses percepatan penanganan.
“Dari pihak Pemda juga akan berkirim surat untuk mendukung penanganan ini,” tambahnya.
Endhy juga mengungkapkan, bahwa pihaknya terus mendorong usulan penanganan yang telah diajukan sejak awal kejadian, sembari menunggu hasil pengecekan dari tim di lapangan.
“Saya tadi sempat berkoordinasi untuk mendorong usulan yang sudah kita ajukan sejak awal kejadian,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi tebing di lokasi masih belum stabil dan berpotensi membahayakan. Bahkan, longsor bisa terjadi tidak hanya saat hujan, tetapi juga dalam kondisi cuaca normal.
“Karena kita tahu kondisi di lapangan, saat hujan bisa longsor, bahkan tidak hujan pun bisa terjadi longsor,” ungkapnya.
Saat ini, keputusan pembukaan jalur masih menunggu hasil final dari pengecekan tim gabungan. Kepastian apakah kendaraan sudah bisa melintas atau belum akan ditentukan berdasarkan kondisi keamanan di area atas tebing.
“Untuk sementara ini, tim masih memastikan apakah di atas itu sudah aman dan bisa dilewati kendaraan atau belum,” pungkasnya.
Reporter: Herlambang/Editor: Ais





.jpg)
