MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memutar otak menghadapi keterbatasan armada pengangkut sampah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengaktifkan kembali bank sampah di tingkat masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengungkapkan sejumlah kendaraan operasional memang telah memasuki usia tua dan membutuhkan pembaruan. Pada Maret lalu, tercatat sebanyak 4 armada pengangkut sampah mengalami kerusakan.
"Memang beberapa armada kami sudah waktunya pergantian. Namun tahun ini kami mendapatkan tambahan satu unit kendaraan jenis arm roll dari APBD," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Keterbatasan jumlah armada berdampak langsung pada pola pengangkutan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Jika dalam kondisi normal satu TPS dilayani 2 kali pengangkutan per hari, menurut Raymond, saat ini intensitasnya meningkat menjadi 3-4 kali pengambilan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar sampah tidak menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar.
Raymond menyebutkan, kebutuhan ideal armada pengangkut sampah di Kota Malang masih cukup besar. Dari total 78 TPS yang tersebar di berbagai wilayah, setiap TPS seharusnya dilayani oleh satu kendaraan.
Namun hingga kini, DLH Kota Malang baru memiliki sekitar 49 unit armada aktif. Artinya, masih terdapat kekurangan signifikan yang perlu segera diatasi untuk menunjang pelayanan yang optimal.
Di tengah keterbatasan tersebut, DLH mendorong penguatan peran bank sampah di tingkat masyarakat. Saat ini, kata Raymond, terdapat sekitar 520 bank sampah yang terdata, namun hanya sekitar 320 yang aktif beroperasi, sementara sisanya sekitar 200 unit tidak aktif.
"Ke depan kami berharap bank sampah di tingkat RT/RW bisa aktif kembali. Ini penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang," jelasnya.
Optimalisasi bank sampah dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain mampu mengurangi beban pengangkutan, program ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Dengan kombinasi penambahan armada dan penguatan peran masyarakat, Raymond optimistis mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kota. (ADV)
Reporter: Santi Wahyu





.jpg)
