15 April 2026

Get In Touch

Respons Tempo Terkait Sampul Majalah yang Singgung Surya Paloh

Aksi kader NasDem di depan kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, 14 April 2026 (Tempo)
Aksi kader NasDem di depan kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, 14 April 2026 (Tempo)

JAKARTA (Lentera) -Redaksi Majalah Tempo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terhadap jajaran pimpinan dan kader NasDem terkait sampul laporan karena menyinggung Surya Paloh sebagai pimpinan tertinggi partai tersebut.

"Berkaitan dengan dampak sampul laporan utama tersebut yang menyinggung Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, kami meminta maaf," kata Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Setri Yasra dalam keterangan, Selasa (14/4/2026).

Lebih jauh, Setri mengatakan, Tempo menghargai langkah Partai NasDem dalam menyampaikan aspirasinya secara langsung. Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

Ia memastikan, materi pemberitaan yang dipublikasikan oleh Tempo merupakan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik.

"Tempo sudah dan akan selalu memberikan ruang bagi Partai NasDem atau pihak mana pun untuk memberikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut," kata dia.

Lapor Dewan Pers

Setri mendorong setiap masukan terhadap produk jurnalistik dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, yakni melalui Dewan Pers. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kami mendorong agar setiap masukan terhadap produk jurnalistik dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, yakni melalui Dewan Pers," kata dia.

Waketum Partai NasDem Saan Mustofa menanggapi sampul Majalah Tempo edisi pekan ini yang menulis tentang isu merger Partai Gerindra dan Partai NasDem. Menurut dia, pemberitaan yang mengkritik tentang tokoh publik merupakan hal normal.

Adapun, sampul Tempo menggambarkan surutnya pamor kepemimpinan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik di dalam partai maupun di panggung politik nasional.

Saan menilai, penyampaian kritik tetap perlu dilakukan dengan cara yang saling menghormati dan tidak merendahkan tokoh yang diberitakan.

"Jadi apa, tidak perlu saling merendahkan ya terhadap satu sama lain. Apalagi dalam konteks ini adalah tokoh umum kan," tutur Wakil Ketua DPR RI itu, dikutip dari IDNTimes.

Diberitakan sebelumnya, massa Partai NasDem menggelar aksi damai sejak sekitar pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.20 WIB. Mereka menuntut permintaan maaf terbuka, klarifikasi atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat, serta komitmen menjaga etika jurnalistik. Dalam aksi itu, peserta yang didominasi atribut biru tua juga membawa pelbagai atribut tuntutan. 

Aksi ini, mengutip Tempo, dipicu oleh sampul Majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang memuat tajuk "PT Nasdem Indonesia Raya Tbk".

Sampul tersebut menampilkan karikatur Surya Paloh mengenakan kemeja putih tanpa jas dan sepatu.

Ilustrasi itu mengangkat isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang dikaitkan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.