03 April 2026

Get In Touch

Per 1 April, 1.776 Pendatang Baru Masuk Jakarta, Mayoritas Usia Produktif

Ilustrasi:Pendatang baru di Jakarta. (foto:ist/Ant)
Ilustrasi:Pendatang baru di Jakarta. (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.776 pendatang baru memasuki ibu kota per 1 April 2026. Mayoritas pendatang berasal dari kalangan usia produktif 15-64 tahun, mencapai 79,34 persen, dengan dominasi laki-laki.

"Dari total pendatang, 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen)," ujar Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, melansir Antara, Kamis (2/4/2026).

Denny menekankan, pendataan pendatang baru menjadi kunci pengelolaan kependudukan yang akurat.

"Pengelolaan kependudukan yang baik dimulai dari data yang akurat. Oleh karena itu, pendataan pendatang menjadi instrumen utama dalam menjaga keseimbangan antara dinamika urbanisasi dan kapasitas layanan kota," katanya.

Pemprov DKI Jakarta juga telah meluncurkan program jemput bola pendataan pendatang sejak 1 April hingga 30 April 2026 di seluruh Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Program ini bertujuan memastikan setiap pendatang, baik yang bersifat permanen maupun nonpermanen, tercatat dalam administrasi kependudukan.

Penduduk baru wajib melaporkan kedatangannya kepada pengurus RT/RW paling lambat 1x24 jam setelah tiba, sesuai Surat Edaran Sekretaris Daerah nomor SE/14/2026 tentang imbauan menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman selama Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Menurut Denny, pendataan ini bukan sekadar formalitas. Data kependudukan yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan sosial, ekonomi, dan pelayanan publik di Jakarta. 

Pemprov DKI juga menyediakan aplikasi data warga yang dapat diakses pengurus RT/RW di laman https://datawarga-dukcapil.jakarta.go.id/ untuk mendata pendatang di wilayahnya. 

Editor:Santi,ist

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.