22 March 2026

Get In Touch

Rudal Balistik  Iran Bombardir Pangkalan AS-Inggris di Diego Garcia

Pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. (Dok)
Pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. (Dok)

JAKARTA (Lentera)- Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. Diego Garcia adalah pulau terbesar di Kepulauan Chagos, digunakan sebagai pangkalan militer gabungan Inggris-AS sejak tahun 1970-an.

Menurut laporan The Wall Street Journal mengutip pejabat AS, dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026), Kedua rudal tersebut tidak mengenai sasaran, yang berjarak sekitar 2.500 mil dari wilayah Iran, tetapi peluncuran tersebut menunjukkan bahwa Teheran memiliki rudal dengan jangkauan lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Salah satu rudal gagal di udara, dan yang lainnya menjadi sasaran pencegat yang ditembakkan dari kapal perang AS, meskipun tidak jelas apakah rudal tersebut terkena, lapor The Journal.

Diego Garcia di Kepulauan Chagos adalah salah satu dari dua pangkalan yang diizinkan Inggris untuk digunakan Amerika Serikat untuk operasi "pertahanan" di Iran.

Pasukan Amerika telah menempatkan pesawat pembom dan peralatan lainnya di pangkalan tersebut, pusat utama untuk operasi Asia, termasuk kampanye pemboman AS di Afghanistan dan Irak.

Inggris telah setuju untuk mengembalikan Kepulauan Chagos kepada Mauritius setelah menguasainya sejak tahun 1960-an, dan mempertahankan sewa untuk pangkalan di Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan tersebut. Oresiden AS Donald Trump mengecam keputusan tersebut.

Trump Kirim Marinir dan Kapal Amfibi 

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) kembali mengerahkan ribuan personel marinir serta kapal serbu amfibi ke Timur Tengah di saat konflik yang masih memanas di kawasan tersebut.

Tiga pejabat AS mengatakan, sekitar 2.500 marinir akan dikerahkan bersama kapal serbu amfibi USS Boxer dan sejumlah kapal perang pendukung ke wilayah Timur Tengah. Namun, mereka tidak merinci secara pasti peran pasukan tersebut dalam operasi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan negaranya hampir mencapai tujuan dalam perang tersebut.

Trump juga menyindir sekutu-sekutu NATO yang dinilainya enggan terlibat langsung dalam membuka kembali Selat Hormuz. 

"Kami tidak punya siapa pun untuk diajak bicara," ujar Trump, dilansir Reuters, Sabtu (21/3/2026). 

 "Dan Anda tahu apa? Kami menyukainya seperti itu," lanjutnya. 

Selat Hormuz sebagai jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia tertutup bagi sebagian besar pelayaran sejak perang pecah.

Situasi ini memicu lonjakan harga energi global. Harga minyak melonjak sekitar 50 persen sejak awal konflik pada 28 Februari, meningkatkan kekhawatiran akan guncangan ekonomi dunia.

Sebagai langkah meredam krisis energi, pemerintah AS menyatakan akan melonggarkan sanksi terhadap Iran untuk memungkinkan penjualan sekitar 140 juta barel minyak yang tertahan di kapal tanker sejak perang dimulai.

Hingga kini, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas, sebagian besar berada di Iran dan Lebanon. Di sisi lain, kekhawatiran publik meningkat bahwa konflik ini bisa berkembang menjadi perang skala besar. 

Di tengah situasi tersebut, sekutu-sekutu Barat masih berhati-hati. Sejumlah negara menyatakan siap mendukung upaya menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz, tetapi Jerman dan Prancis menegaskan bahwa pertempuran harus dihentikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Inggris telah mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang situs rudal Iran yang menargetkan kapal di selat tersebut.

Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan perlawanan. "Rakyat Iran telah menunjukkan persatuan dan ketahanan serta memberikan pukulan yang membingungkan kepada musuh," katanya. 

Namun, absennya Khamenei dari publik sejak awal perang memunculkan spekulasi terkait kondisi kesehatannya dan kepemimpinan di dalam negeri.

Editor:Widyawati/afp,ist

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.