13 March 2026

Get In Touch

Puluhan Sopir Bus di Madiun Jalani Cek Kesehatan dan Tes Napza Jelang Mudik Lebaran

Sopir bus menjalani tes kesehatan dan Napza yang digelar lintas instansi di Terminal Purboyo Madiun.
Sopir bus menjalani tes kesehatan dan Napza yang digelar lintas instansi di Terminal Purboyo Madiun.

MADIUN (Lentera) – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, puluhan sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tipe A Purboyo Madiun, Kamis (12/3/2026).

Pemeriksaan sekitar 50 sopir dan awak bus. dilakukan untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza).

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun, Polres Madiun Kota, Dinas Perhubungan, Bakesbangpol, Satpol PP dan Damkar, serta pengawas Terminal Purboyo.

Petugas tidak hanya melakukan tes urine untuk mendeteksi narkotika dan psikotropika, tetapi juga memeriksa kadar alkohol, tekanan darah, gula darah, asam urat, serta pemeriksaan fisik dasar seperti tinggi dan berat badan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun, Priyo Raharjo mengatakan pemeriksaan ini bertujuan memastikan para pengemudi dalam kondisi layak mengemudi, sehingga keselamatan penumpang tetap terjaga.

“Pemeriksaan hari ini memang ditargetkan untuk driver bus AKAP, sekitar 50 orang. Yang diperiksa antara lain gula darah, asam urat, tensi, kemudian pemeriksaan Napza melalui tes urine serta kadar alkohol,” ujar Priyo.

Menurutnya, pengemudi yang dinyatakan sehat akan mendapatkan surat keterangan laik mengemudi. Namun jika ditemukan kondisi kesehatan yang kurang baik, pengemudi akan disarankan beristirahat sebelum kembali bertugas.

“Tujuannya agar pengemudi aman dalam mengendarai kendaraan dan penumpang juga selamat sampai di tempat tujuan,” tambahnya.

Priyo juga mengungkapkan, dalam pemeriksaan yang rutin dilakukan menjelang masa libur panjang tersebut, petugas kerap menemukan sejumlah masalah kesehatan pada pengemudi, terutama hipertensi dan diabetes.

“Kasus yang sering kita temukan di lapangan biasanya hipertensi dan diabetes pada para driver,” katanya.

Salah satu sopir bus AKAP, Muhammad Yusuf mengaku telah menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk tes urine untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan psikotropika.

“Tadi tes kesehatan, terutama urine untuk mengetahui ada psikotropika atau tidak. Alhamdulillah hasilnya negatif semua dan kondisi kesehatan juga bagus,” ujarnya.

Menurut Yusuf, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan keselamatan selama perjalanan.

“Bagus sekali kegiatan seperti ini. Untuk menjaga kesehatan kita juga dan keselamatan penumpang,” katanya.

Hal senada disampaikan sopir lainnya, Sugeng Riadi. Ia mengaku menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan fisik dasar.

“Tadi diperiksa jantung, tensi, gula darah, tinggi badan dan berat badan. Hasilnya bagus semua. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, para sopir menyebut jumlah penumpang saat ini masih relatif sepi. Mereka memperkirakan lonjakan penumpang baru akan terjadi mendekati akhir pekan atau beberapa hari sebelum puncak arus mudik.

Melalui pemeriksaan ini, para pengemudi diharapkan tetap menjaga kondisi fisik serta tidak mengonsumsi alkohol maupun narkotika saat bertugas demi keselamatan diri sendiri dan penumpang selama perjalanan.

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.