SURABAYA (Lentera) - Sedikitnya 70 orang dilaporkan tewas dalam upaya penangkapan bos kartel narkoba Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau yang dikenal El Mencho dan bentrokan susulan di negara bagian Jalisco, Meksiko, melansir Associated Press, Otoritas Meksiko, Senin (23/2/2026).
Gelombang kekerasan yang diduga sebagai bentuk balas dendam dari kelompok kartel melanda Meksiko menyusul tewasnya pemimpin tertinggi kartel narkoba paling berkuasa El Mencho. Dalam serangan balasan yang masif, sedikitnya 27 personel keamanan dilaporkan gugur.
Merlansir media Indonesia, Sekretaris Keamanan dan Perlindungan Warga Meksiko, Omar Garcia Harfuch, mengonfirmasi bahwa otoritas mencatat sedikitnya 27 titik serangan yang menargetkan lembaga penegak hukum. Wilayah Jalisco menjadi titik terparah dengan enam serangan mematikan.
"Serangan tersebut menewaskan 25 anggota Garda Nasional, satu penjaga penjara, dan satu pegawai Kantor Jaksa Agung Negara Bagian," ujar Harfuch dalam konferensi pers, Senin (23/2/2026) waktu setempat.
Di pihak lawan, Harfuch menyebutkan 30 anggota kelompok kriminal terorganisasi juga tewas dalam baku tembak.
Merespons situasi darurat ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memulihkan ketertiban. Pemerintah telah mengerahkan pasukan keamanan tambahan ke Jalisco dan mendirikan pusat komando nasional guna memantau situasi secara real-time.
"Pemerintah berkomitmen penuh pada keamanan nasional dan rekonstruksi perdamaian di seluruh wilayah Meksiko," tegas Sheinbaum.
Operasi militer Meksiko yang menewaskan El Mencho ini diawali dari terkuaknya lokasi persembunyian pemimpin kartel tersebut setelah mengikuti pergerakan seorang perempuan yang memiliki hubungan dekat dengannya ke kawasan resor pegunungan di negara bagian Jalisco.
Pasukan khusus kemudian dikerahkan dan kontak senjata terjadi di dalam kompleks persembunyian hingga berlanjut ke kawasan hutan. El Mencho termasuk di antara korban yang meninggal dalam operasi tersebut.
Ada empat orang tewas di lokasi, sementara tiga lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit di Mexico City. Salah satu korban luka tersebut adalah El Mencho sendiri, mengutip laporan Kompas.com.
Kematian tokoh ini segera memicu rangkaian kekerasan baru. Menurut Menteri Keamanan Meksiko Omar García Harfuch, kelompok narkoba melakukan puluhan serangan terhadap aparat di negara bagian Jalisco.
Bisnis El Mencho Hingga Memiliki Kekayaan Rp16,8 Triliun
El Mencho lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, Michoacán. Mengutip Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, seperti yang ditulis cnbcindonesia, El Mencho merupakan pendiri sekaligus pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG). Pemerintah AS menawarkan hadiah hingga US$15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapan atau vonis hukuman terhadapnya. Ia termasuk buronan paling dicari di Meksiko selama bertahun-tahun.
Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang sejak berdiri pada 2009. Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, jaringan ini memiliki kapasitas perdagangan kokain, heroin, dan metamfetamin yang besar di Meksiko. Operasi kartel juga mencakup distribusi fentanyl ke Amerika Serikat. Aktivitas kelompok tersebut dikaitkan dengan pembunuhan terhadap kelompok pesaing dan aparat penegak hukum.
Otoritas Amerika Serikat beberapa kali mengajukan dakwaan terhadap El Mencho sejak 2017. Dokumen pengadilan menuduhnya terlibat dalam konspirasi distribusi narkotika untuk pasar Amerika Serikat serta penggunaan senjata api dalam kegiatan perdagangan narkoba. Ia juga dituduh menjalankan organisasi kriminal berkelanjutan dalam skala besar, menurut keterangan Departemen Luar Negeri AS.
Besarnya skala operasi CJNG membuat kekayaan El Mencho sulit dihitung. Berbagai laporan intelijen memperkirakan nilai asetnya mencapai ratusan juta dolar hingga lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp 16,8 triliun (US$1=Rp 16.825).
Sumber kekayaan berasal dari perdagangan narkotika internasional yang mencakup metamfetamin, kokain, heroin, dan fentanyl. Dana tersebut diperkirakan tersebar dalam bentuk uang tunai, properti, kendaraan, serta perusahaan yang dipakai untuk pencucian uang.
Kartel Jalisco New Generation berkembang pesat sejak terbentuk sekitar tahun 2010. Kartel ini dengan cepat dikenal karena taktik bergaya militer dan metode penegakan yang brutal.
Sumber utama pendapatan kartel ini dilaporkan meliputi:
• Produksi dan ekspor metamfetamin
• Perdagangan fentanil ke Amerika Serikat
• Jaringan distribusi kokain
• Pemerasan dan penculikan
• Pencurian bahan bakar dan berbagai aktivitas ilegal lainnya
Selama bertahun-tahun ia menghindari penangkapan dengan berpindah tempat dan menggunakan lokasi terpencil sebagai basis perlindungan.
Persembunyian di kawasan pegunungan Jalisco mengikuti pola yang sama. Operasi militer yang berujung pada kematiannya menutup perburuan panjang terhadap salah satu pemimpin kartel paling dicari di kawasan Amerika Utara. (*)
Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber





.jpg)
