16 February 2026

Get In Touch

Usai Unggahan Video Kera, Barack Obama : Rasa Malu dan Kesopanan Pejabat AS Telah Sirna

Eks Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.
Eks Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

SURABAYA (Lentera) - Merespon video yang diunggah di media sosial (medsos) Truth Social Presiden AS Donald Trump, yang menggambarkan Eks Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan mantan Ibu Negara, Michelle Obama sebagai kera, Barack Obama rasa malu dan kesopanan pejabat AS kini telah sirna.

Respon Obama itu secara tidak langsung disanpaikan dalam sebuah siniar (podcast) yang dirilis pada Sabtu, (14/2/2026). Obama mengungkapkan kepada pembawa acara podcast tersebut. 

Video yang menyinggung tersebut menyertakan cuplikan yang menggambarkan Obama dan istrinya sebagai kera, yang menimbulkan adanya kritik secara luas dari Partai Demokrat dan Partai Republik. Dalam kritikan tersebut menyebutkan sebagai penggambaran rasis pada presiden kulit hitam pertama di Negeri Paman Sam.

Di samping itu, dalam podcast tersebut, Obama menanyakan kepada podcaster liberal Brian Tyler Cohen tentang corak wacana politik. Lalu Cohen menyebut unggahan Trump di antara beberapa kontroversi baru-baru ini.

“Penting untuk menyadari bahwa mayoritas rakyat Amerika menganggap perilaku ini sangat mengkhawatirkan. Memang benar bahwa hal itu menarik perhatian. Memang benar bahwa hal itu mengganggu konsentrasi,” jawab Obama Melansir bloobergtechnoz Minggu (15/2/2026).

Akan tetapi, dia menyebut saat berkeliling di AS, dirinya bertemu dengan orang-orang yang masih percaya pada kesopanan, tata krama, dan kebaikan. 

“Ada semacam pertunjukan badut yang terjadi di media sosial dan di televisi. Dan yang benar adalah tampaknya tidak ada rasa malu tentang hal ini di antara orang-orang yang dulu merasa bahwa Anda harus memiliki semacam kesopanan dan rasa hormat terhadap jabatan, bukan? Itu sudah hilang,” kata Obama.

Dia tak menyebut nama Trump dalam tanggapannya. Selama wawancara, Obama berbicara tentang berbagai isu. Dia memuji para pengunjuk rasa yang telah berorganisasi secara damai menentang operasi imigrasi, membahas penataan ulang daerah pemilihan, dan berujar tentang perpustakaan kepresidenannya, yang rencananya bakal dibuka di Chicago tahun depan.

Awalnya, Gedung Putih (White House) membela video tersebut, dengan mengatakan reaksi negatif itu sebagai “kemarahan palsu”. Namun, unggahan ini kemudian disalahkan kepada seorang anggota staf dan telah dihapus.

Klip tersebut diiringi lagu “The Lion Sleeps Tonight” sebagai latar belakang ketika Obama dan istrinya muncul, di mana disertakan di akhir video yang dibagikan oleh akun Truth Social milik Trump yang berisi klaim tak berdasar soal kecurangan pemilu 2020. Unggahan ini memicu kemarahan dari para politisi, termasuk dari anggota senior Partai Republik. 

Senator Tim Scott—satu-satunya senator Partai Republik berkulit hitam di Senat—menggambarkannya sebagai “hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini”. Sementara itu, Trump mengeklaim kepada wartawan bahwa dirinya “tidak melihat” bagian video yang menunjukkan keluarga Obama.

“Saya tidak melakukan kesalahan,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah dia berencana untuk meminta maaf, dilansir BBC. (*)


Editor : Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.