Konsumsi LPG di Malang Raya Diproyeksi Naik hingga 8 Persen saat Ramadan dan Idul Fitri 2026
MALANG (Lentera) - Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi elpiji di wilayah Malang Raya, sebesar 6-8 persen selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026 periode normal.
"Tren konsumsi LPG meningkat 6-8 persen. Kalau dari grafiknya, pada awal minggu pertama puasa. Kemudian minggu kedua dan ketiga turun, dan minggu terakhir saat akan Lebaran kembali naik," ujar Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Senin (9/2/2026).
Disebutkannya, berdasarkan data konsumsi harian LPG per Februari 2026, Kota Malang tercatat sebesar 42.245 tabung atau setara 127 metrik ton per hari. Sementara itu, Kabupaten Malang mencapai 129.614 tabung atau 389 metrik ton per hari, dan Kota Batu sebanyak 15.974 tabung atau 48 metrik ton per hari.
Ahad menjelaskan, peningkatan konsumsi LPG selama Ramadan sejalan dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga, khususnya saat waktu sahur dan berbuka puasa. Aktivitas di sektor usaha kuliner seperti kafe dan restoran juga turut memicu kenaikan kebutuhan elpiji.
Selain itu, lonjakan konsumsi menjelang Idul Fitri, menurutnya juga dipengaruhi oleh peningkatan mobilitas masyarakat akibat arus mudik dan tingginya kunjungan wisata ke wilayah Malang Raya.
"Pertumbuhan konsumsi juga dipengaruhi kunjungan wisata yang bertambah selain arus mudik," katanya.
Menurut Ahad, pola kenaikan konsumsi elpiji pada Ramadan dan Lebaran 2026 diperkirakan serupa dengan tren yang terjadi dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Bahkan, proyeksi kenaikan konsumsi elpiji di Malang Raya pada momentum hari besar keagamaan tahun ini dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan di Jawa Timur yang berada di angka enam persen.
Kondisi tersebut, kata Ahad, disebabkan karakteristik wilayah Malang Raya sebagai daerah tujuan wisata. Berbeda dengan kota besar seperti Surabaya, di mana sebagian besar penduduknya justru melakukan perjalanan mudik atau berlibur ke luar kota saat Lebaran.
"Di kota besar seperti Surabaya, banyak masyarakat yang mudik atau berlibur ke daerah lain. Sementara di Malang Raya, justru terjadi peningkatan kunjungan wisata," tuturnya.
Meski diproyeksikan terjadi peningkatan konsumsi, Pertamina memastikan ketersediaan stok elpiji di Malang Raya tetap dalam kondisi aman.
"Stok masih di atas 10 hari. Sifatnya dinamis karena setiap hari ada pengiriman dari kapal tanker dan terminal kami ke agen serta lembaga penyalur lainnya," jelasnya.
Ahad menambahkan, pasokan elpiji untuk Malang Raya disuplai dari sejumlah titik distribusi, yakni Terminal Tanjung Perak Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi, sehingga menjamin kelancaran distribusi selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
