Antisipasi Rombongan Liar, Tak Bisa Sembarangan Masuk Kota Malang saat Mujahadah Kubro 7-8 Februari
MALANG (Lentera) - Masuk ke Kota Malang saat pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari tidak bisa sembarangan, Pemerintah daerah di Malang Raya bersama kepolisian dan PCNU akan melakukan pengawasan ketat guna mengantisipasi kedatangan rombongan liar (romli) yang berpotensi mengganggu ketertiban.
"Kami berkoordinasi dengan kepolisian. Kalau rombongan yang sudah terdaftar, itu kan sudah jelas jam masuk dan keluarnya. Sedangkan rombongan liar ini kadang kala mereka datang tiba-tiba bawa kendaraan sendiri-sendiri," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, aparat kepolisian akan melakukan pemeriksaan di sejumlah titik masuk Kota Malang. Tujuannya untuk memastikan maksud dan tujuan rombongan yang datang.
Jika memang hendak mengikuti Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana dan sekitarnya, maka akan diarahkan sesuai pengaturan yang telah disiapkan. Termasuk penyesuaian waktu masuk, titik parkir, hingga lokasi turun jamaah.
"Itu yang nanti akan betul-betul dicek oleh kepolisian. Jadi jelas tujuannya akan ke mana," jelasnya.
Wahyu mengingatkan, apabila romli tidak diantisipasi sejak awal, dampaknya dapat meluas. Mulai dari potensi kekacauan di lokasi maktab jamaah, gangguan arus lalu lintas, hingga penumpukan kendaraan yang menyebabkan pergerakan menjadi tersendat.
Sebagai langkah antisipasi, Wahyu mengatakan petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti rest area dan pintu-pintu masuk kota.
Wahyu memastikan, sekitar 100 ribu jamaah yang diperkirakan hadir telah terdata melalui PCNU masing-masing daerah. Pendataan ini dinilai penting untuk memastikan kendali di lapangan, terutama jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
"Karena nanti apabila ada yang sakit atau membutuhkan hal-hal lain, bisa terkontrol. Karena mereka yang terdaftar ini ada PIC-nya. Tetapi kalau yang romli, ada apa-apa kita kan di luar kontrol," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah menjelaskan pihak panitia telah menyusun manajemen arus jamaah, dengan membagi 45 PCNU kabupaten/kota se-Jawa Timur ke dalam 9 zona. Pembagian ini dilakukan untuk mencegah penumpukan jamaah di satu jalur masuk.
Dirincinya, jamaah dari arah barat yang masuk melalui Kota Batu akan diarahkan melalui kawasan Pujon dan Jalan Sultan Agung, dengan dukungan petugas dari Pemerintah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Sementara jamaah dari arah utara melalui Lawang juga disiapkan pengaturan serupa.
Untuk jamaah yang datang melalui jalan tol, PCNU meminta agar rombongan menunggu terlebih dahulu di rest area hingga mendapat arahan dari petugas. Skema serupa juga diterapkan bagi jamaah dari arah selatan seperti Kepanjen, Bululawang, Dampit, hingga Lumajang.
"Sehingga nanti di beberapa titik sudah akan diarahkan oleh Dishub. Termasuk kami sudah siapkan drop zone di titik-titik mana saja," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
