06 February 2026

Get In Touch

SPPG 003 Dukuh Pakis Resmi Dibuka, Layani 2.800 Porsi MBG untuk 10 Sekolah

SURABAYA (Lentera)– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 003 di kawasan Dukuh Pakis, Surabaya, resmi dibuka sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. SPPG ini akan melayani distribusi makanan bergizi ke 10 sekolah dengan total sekitar 2.800 porsi per hari.

SPPG 003 Dukuh Pakis beroperasi dengan dukungan mitra Badan Gizi Nasional (BGN), dari Yayasan Melukis Harapan yang diinisiasi oleh Ong Megawati, Tan Tjoe Giok, Linda christie, dan Sonny Djoko Sasongko. 

Perwakilan mitra, Ong Megawati, menyebut pembukaan SPPG ini merupakan bentuk komitmen untuk ikut berkontribusi dalam pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.

“Karena kami ingin melayani dan mendukung program pemerintah,” kata Mega ketika ditemui Lentera, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, SPPG Dukuh Pakis merupakan SPPG ketiga yang ada di wilayah tersebut. Distribusi MBG nantinya difokuskan ke sekolah-sekolah di sekitar dapur dengan radius sekitar enam kilometer. Sekolah penerima mencakup jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

“Untuk MBG yang didistribusikan sekitar 2.800 porsi perhari,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, SPPG ini melibatkan sekitar 50 tenaga kerja, dengan komposisi sekitar 60 persen berasal dari warga sekitar dan 40 persen dari yayasan. Adapun urusan teknis operasional, mulai dari pengadaan bahan hingga proses memasak, sepenuhnya ditangani oleh kepala dapur.

Megawati berharap keberadaan SPPG di Dukuh Pakis dapat mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizgratis secara layak. Ia juga menegaskan SPPG siap menerima masukan maupun komplain terkait pelaksanaan MBG.

ta akan menerima segala masukan nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Standardisasi, Quality Control, dan Sertifikasi Dapur Laborasi, Dewi Mustika, menjelaskan Dapur Laborasi berperan sebagai pendamping yayasan mitra dalam mmastikan kesiapan operasional SPPG.

Menurut Dewi, sebagian besar relawan yang terlibat belum memiliki latar belakang pengelolaan dapur atau food and beverage. Karena itu, pelatihan menjadi bagian penting sebelum SPPG beroperasi.

“Kami memberikan pelatihan mulai dari alur penjamu makanan, K3, perencanaan menu, hingga alur distribusi, sekaligus simulasi operasional,” jelasnya.

Pelatihan di SPPG Dukuh Pakis dilaksanakan selama dua hari. Selain penyampaian materi, relawan juga mengikuti simulasi operasional yang mencakup seluruh proses produksi MBG, mulai dari persiapan bahan, memasak, pemorsian, pengemasan, hingga distribusi.

“Simulasi ini sekaligus menjadi evaluasi kesiapan peralatan dan sumber daya. Jika ada kendala seperti air atau gas, langsung kami bahas solusinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembukaan SPPG umumnya diawali dengan syukuran yang melibatkan unsur Muspika dan tokoh lingkungan. Sementara launching pendistribusian MBG rencananya akan dilakukan pada Senin (9/2/2026). (*)

 

Reporter: Amanah

Editor : Ltfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.