JAKARTA (Lentera) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan pendataan terbaru pada September 2025 jumlah penduduk miskin berkurang 490 ribu dibanding maret per Maret 2025.
Dengan menurunan itu maka penduduk miskin menjadi sebanyak 23,36 juta orang. Dibanding September 2024, turunnya lebih dalam karena saat itu sebanyak 24,06 juta orang.
"Secara persentase, tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 8,25% atau turun 0,22 persen basisi poin dibanding Maret 2025," kata Kepala BPS, Amalia Adhininggar Widyasanti, saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/2/2026) melansir cnbcindonesia.
BPS menekankan, sejak Maret 2021, angka kemiskinan sudah terus turun, karena saat itu masih sebanyak 27,54 juta orang dengan tingkat kemiskinan masih dua digit sebesar 10,14%.
Berdasarkan wilayah, tingkat kemiskinan tertinggi pada September 2025 masih terletak di perdesaan dengan besara 10,72%, sedangkan perkotaan 6,60%. Tingkat kemiskinan ini turun dibanding September 2024 yang sebesar 6,66% di perkotaan, dan di perdesaan 11,34%.
"Artinya adalah bahwa tingkat kemiskinan mengalami penurunan di perkotaan maupun perdesaan," ucap Amalia. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
