03 February 2026

Get In Touch

Perawatan Alun-alun Merdeka Butuh Tambahan Anggaran Rp300-400 Juta per Tahun

Masyarakat ramai menikmati suasana di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Kamis (29/1/2026). (Santi/Lentera)
Masyarakat ramai menikmati suasana di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Kamis (29/1/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp300-Rp400 juta per tahun untuk perawatan Alun-alun Merdeka. Tambahan anggaran tersebut diperlukan seiring tingginya animo masyarakat setelah ruang terbuka publik itu kembali dibuka pasca revitalisasi.

"Kalau perawatan rutin memang sudah ada. Tetapi dengan kondisi sekarang, setelah dibuka kembali pasca revitalisasi, animo masyarakat sangat tinggi," ujar Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, tingginya aktivitas masyarakat mendorong DLH untuk mengusulkan tambahan anggaran kepada pimpinan daerah. Tambahan tersebut tidak hanya untuk aspek kebersihan, tetapi juga mencakup keamanan dan kelengkapan fasilitas penunjang.

"Kami akan mencoba menyampaikan ke pimpinan supaya ada anggaran tambahan untuk perawatan, untuk keamanan, dan beberapa hal yang memang masih perlu dilengkapi," jelasnya.

Raymond menyebutkan, fasilitas yang perlu diperkuat antara lain informasi jam operasional, pengelolaan kebersihan, serta sosialisasi aturan larangan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut. 

Terkait besaran anggaran, DLH Kota Malang masih melakukan penghitungan detail. Meski demikian, Raymond menyebut estimasi awal menunjukkan kebutuhan dana berada di kisaran Rp300 sampai Rp400 juta dalam satu tahun.

Sebagai informasi, Alun-alun Merdeka Kota Malang menjalani proses revitalisasi selama 105 hari kerja, terhitung sejak Oktober 2025 hingga pekan ketiga Januari 2026. Ruang terbuka publik tersebut resmi dibuka kembali pada Rabu (28/1/2026).

Pantauan di lokasi pada Kamis (29/1/2026) siang, alun-alun tampak dipadati masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga lansia terlihat menikmati wajah baru alun-alun, bermain di area playground, bermain air mancur dengan desain baru, hingga sekadar duduk dan menggelar karpet di area taman.

Lebih lanjut, Raymond mengungkapkan revitalisasi Alun-alun Merdeka merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim, yang masih memiliki masa pemeliharaan selama 6 bulan ke depan. 

Bahkan, pihak Bank Jatim menurutnya membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bentuk pemeliharaan taman. "Bank Jatim memberikan peluang bagi kami untuk mengajukan proposal, salah satunya kerja sama dalam pemeliharaan taman di alun-alun ini," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.