04 February 2026

Get In Touch

7-8 Februari Dishub Terapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas, Saat Mujahadah Kubro di 12 Ruas Jalan Kota Malang

Jalan Besar Ijen, salah satu ruas jalan yang akan diterapkan pengalihan arus selama pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Kota Malang. (Santi/Lentera)
Jalan Besar Ijen, salah satu ruas jalan yang akan diterapkan pengalihan arus selama pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Warga Kota Malang diminta bersiap menghadapi pengalihan arus lalu lintas yang berlaku di 12 ruas jalan, selama pelaksanaan Mujahadah Kubro peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026 mendatang.

"Benar, ada 12 ruas jalan yang kami terapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus sementara, ya," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra ditemui usai pelaksanaan Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (FLAJ), Kamis (29/1/2026).

Pria yang akrab dengan sapaan Jaya, ini memprediksi kegiatan Mujahadah Kubro akan dihadiri hampir 100 ribu jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Untuk mendukung mobilisasi jamaah, diperkirakan akan masuk lebih dari 1.000 unit bus ke wilayah Kota Malang.

Untuk itu, menurutnya pengaturan serta rekayasa arus lalu lintas harus benar-benar disiapkan dengan matang. Adapun 12 ruas jalan yang akan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas meliputi Jalan Besar Ijen, Jalan Semeru, Jalan Retawu, Jalan Willis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Lawu, kemudian Jalan Wilis. 

Serta Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring. Jaya menegaskan, pengalihan arus ini dikecualikan bagi kendaraan warga yang berdomisili di kawasan-kawasan tersebut.

Lebih lanjut, menurut Jaya, pengalihan arus rencananya mulai diberlakukan pada Sabtu (7/2/2026) pukul 12.00 WIB. Meski acara inti Mujahadah Kubro dijadwalkan mulai berlangsung pada Minggu (8/2/2026) dini hari pukul 01.00 WIB, Dishub mengantisipasi pengalihan arus hingga Minggu malam pukul 20.00 WIB.

"Antisipasi sampai Minggu malam karena kemungkinan jamaah dari luar daerah juga akan berwisata di Malang Raya," katanya.

Jaya menegaskan, sosialisasi rekayasa arus lalu lintas mulai dilakukan pada Kamis (29/1/2026) ini, agar masyarakat dapat mengetahui sejak awal dan menyiapkan jalur alternatif saat terjadi pengalihan arus. Dengan demikian, aktivitas warga diharapkan tetap berjalan tanpa terganggu secara signifikan.

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub juga telah menyiapkan sekitar 48 titik parkir untuk kendaraan jamaah. Lokasi parkir tersebar di sejumlah titik strategis, mulai dari Lapangan Rampal hingga kawasan UIN Malang.

Dari sisi pengamanan dan pengaturan lapangan, pihaknya akan mengerahkan 120 personel Dishub Kota Malang yang bekerja dengan sistem shift setiap 4 jam. Selain itu, pengamanan juga melibatkan sekitar 1.500 personel Banser se Malang Raya, serta dukungan pengawalan dari masing-masing Polres di wilayah Malang Raya.

Ditambahkannya, panitia lokal Harlah 1 Abad NU juga telah menyiapkan skenario khusus apabila terdapat konfirmasi kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, Jaya memastikan penerapan SOP tambahan tidak akan berdampak signifikan terhadap pola pengaturan lalu lintas yang telah disusun.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.